Perbandingan Nilai Diagnostik Ultrasonografi B-Mode dengan Ultrasonografi Doppler Twinkling Artifact pada Deteksi Residual Stone Paska Percutaneous Nephrolithotomy Penelitian Analitik Observasional di RSUD dr. Soetomo Surabaya

Sonny Andikha Wardhana, NIM010981916 (2016) Perbandingan Nilai Diagnostik Ultrasonografi B-Mode dengan Ultrasonografi Doppler Twinkling Artifact pada Deteksi Residual Stone Paska Percutaneous Nephrolithotomy Penelitian Analitik Observasional di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (10kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
PPDS.UR.01-16 War p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit batu saluran kemih (BSK) merupakan salah satu penyakit terbanyak di bidang urologi. Batu saluran kemih mempunyai pengaruh signifikan pada kualitas hidup dan faktor sosioekonomi. Data epidemiologis kejadian batu saluran kemih berkisar diantara 2-20%.1 Data epidemiologi ini dipengaruhi oleh geografi, ras, usia, jenis kelamin, iklim, nutrisi, dan faktor lingkungan. Prevalensi batu saluran kemih di Jerman sebesar 5.5% pada laki-laki dan 4% pada wanita, di Amerika Serikat mencapai 12% pada laki-laki dan 6% pada wanita, sedangkan di Thailand bagian utara sebesar 16,9%.1,2,3 Sementara itu dari data lain di Indonesia yang pernah dipublikasikan didapatkan peningkatan jumlah penderita batu ginjal yang mendapat tindakan di RSUPN-Cipto Mangunkusumo dari tahun ke tahun mulai 182 pasien pada tahun 1997 menjadi 847 pasien pada tahun 2002.4 Di bagian Urologi RSU dr Soetomo Surabaya batu saluran kemih merupakan penyakit nomer dua setelah penyakit prostat yaitu 577 kasus/tahun. Batu ginjal dapat memberikan morbiditas yang lebih berat dan kekambuhan yang sering pada penderita karena merupakan penyakit yang disebabkan multifaktorial.5 Dalam memilih pendekatan terapi optimal untuk pasien batu saluran kemih, berbagai faktor harus dipertimbangkan. Faktor-faktor tersebut adalah faktor batu (ukuran, jumlah, komposisi dan lokasi), faktor anatomi ginjal (derajat obstruksi, hidronefrosis, obstruksi uretero-pelvic junction, divertikel kaliks, ginjal tapal kuda), dan faktor pasien (adanya infeksi, obesitas, deformitas habitus tubuh, koagulopati, anak-anak, orang tua, hipertensi dan gagal ginjal).6 Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) merupakan salah satu tindakan minimal invasif di bidang urologi yang bertujuan mengangkat batu ginjal dengan menggunakan akses perkutan untuk mencapai sistem pelviokalises. Prosedur ini sudah diterima secara luas sebagai suatu prosedur untuk mengangkat batu ginjal karena relatif aman, efektif, murah, nyaman, dan memiliki morbiditas yang rendah, terutama bila dibandingkan dengan operasi terbuka.7 Tindakan PCNL di RS dr Soetomo dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, tahun 2009 dari 295 pasien yang dirawat dengan batu saluran kemih, sebanyak 45,4% menjalani PCNL.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.UR.01/16 War p
Uncontrolled Keywords: Diagnostik Ultrasonografi B-Mode; Ultrasonografi Doppler Twinkling Artifact; Deteksi Residual Stone; Percutaneous Nephrolithotomy
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC870-923 Diseases of the genitourinary system. Urology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Urologi
Creators:
CreatorsNIM
Sonny Andikha Wardhana, NIM010981916NIM010981916
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSunaryo Hardjowijoto, Prof.DR.dr., Sp.B, Sp.U(K)UNSPECIFIED
Thesis advisorTarmono, DR.dr., Sp.U(K)UNSPECIFIED
Thesis advisorFikri Rizaldi, dr., Sp.U(K)UNSPECIFIED
Thesis advisorBudiono, dr., MkesUNSPECIFIED
Depositing User: Guruh Haris Raputra, S.Sos., M.M. '-
Date Deposited: 29 Jun 2016 01:42
Last Modified: 29 Jun 2016 01:42
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/39691
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item