Nunuk Dyah Retno Lastuti, Prof. Dr., drh., MS.
(2011)
PENDEKATAN BIOLOGI MOLEKULER DAN IMUNOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN DIAGNOSIS PENYAKIT PARASIT (SKABIES).
[Pidato Guru Besar]
(Unpublished)
Abstract
Penyakit parasit masih merupakan tantangan bagi dunia Kedokteran Hewan, karena Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memungkinkan beberapa penyakit parasit masih merupakan penyakit strategis di Indonesia. Salah satu penyebab meningkatnya kejadian penyakit adalah metode diagnostik yang kurang akurat, maka diperlukan pengembangan uji diagnostik lanjut yang ditujukan untuk merubah metode pemeriksaan konvensional menjadi uji diagnostik yang lebih akurat dan efisien di level molekuler. Ketepatan diagnosis terhadap penyakit parasit tergantung pada level metode yang digunakan dalam mendeteksi parasit di dalam hospesnya, karena berdasar gejala klinisnya penyakit parasit mempunyai kesamaan dengan penyakit lain. Sensitivitas dan spesifisitas merupakan dua kriteria yang paling penting untuk menentukan kualitas uji diagnostik. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pendekatan biologi molekuler dan imunologi merupakan cara pendekatan untuk pengembangan diagnostik guna mendapatkan perangkat diagnosis penyakit parasit yang sensitif dan spesifik. Salah satu penyakit parasit yang bersifat endemis adalah penyakit ektoparasit yaitu "skabies" atau kudis, merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau (mites) Sarcoptes scabiei. Tungau tersebut di dalam kulit menembus stratum korneum dan membentuk terowongan sehingga menyebabkan iritasi dan gatal hebat disertai garukan yang mengakibatkan pembengkakan dengan eksudat membeku serta membentuk krusta pada permukaan kulit. S. scabiei dapat menyerang mamalia domestik maupun liar dan bersifat zoonosis. Pertama kali tungau S. scabiei ditemukan oleh Redi pada tahun 1687, kemudian pada tahun 1848 oleh Danielsen. Boeck menganggap bahwa S. scabiei menyebabkan krusta skabies dan merupakan bentuk leprosy endemic untuk kerajaan Norwegia.
Actions (login required)
 |
View Item |