HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN MANAJEMEN KESEHATAN PETERNAKAN DENGAN PENYEBARAN BRUCELLOSIS

Soetji Prawesthirini, SU., Drh. and Garry Cores de Vries, Dr., MS., drh. (2005) HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN MANAJEMEN KESEHATAN PETERNAKAN DENGAN PENYEBARAN BRUCELLOSIS. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-res-2008-prawesthir-6833-lp53_08-k.pdf

Download (486kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-res-2008-prawesthir-6833-lp53_08.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Bovine brucellosis (Brucella abortus) terutama menyerang sapi betina umur usia dikawinkan. Bakteri ini umumnya masuk ke tubuh melalui mulut, hidung, kulit atau mata dan kemudian masuk ke dalam sistem aliran limfatik setelah terjadi fase bakteraemi. Penyakit ini mudah dikenal karena mengakibatkan keguguran pada umur kebuntingan tua dan diikuti dengan tingkat kemajiran yang tinggi. Faktcr-faktor dan kejadian brucellosis yang berhubungan dengan timbulnya, terpeliharanya, penyebaran, pengendalian atau pemberantasan brucellosis dapat dikelompokkan dalam 3 kategori yaitu sifat populasi hewan, sistem manajemen yang diterapkan dan gambaran biologis dari penyakitnya. Penyebaran penyakit dari satu kelompok temak ke kelompok yang lain atau dari satu daerah ke daerah lain disebabkan akibat perpindahan hewan yang terinfeksi. Epidemiologi mempelajari penyebaran dan faktor-faktor pcncntu yang berhubungan dengan status kesehatan atau suatu kasus kejadian pada suatu populasi ! kelompok tertentu dan penggunaan dari basil penyidikannya untuk mengendalikan masalah kesehatan tersebut. Apakah terdapat faktor tertentu dalam sistem manajemen peternakan pads daerah kantong susu di Jawa Timur yang berpengaruh terhadap penyebaran brucellosis dan bagaimana sejarah penyakit brucellosis pada daerah yang diselidiki ini ? Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan suatu metode questionnaire untuk memperoleh informasi (data) tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyebaran penyakit brucellosis dan sejarah penyakit ini pads sapi pada daerah yang disurvei. Pengumpulan informasi dilakukan dengan mewawancarai pemilik atau pengelola peternakan dengan rumusan pertanyaan baku dalam kuesioner tentang umur, tanggal pembelian, tempat pembelian, tanggal beranak yang terakhir, jumlah pedet, status kebuntingan, kasus aborsi sebelumnya, jumlah produksi susu setiap hari. Informasi lain yang dicari adalah tentang jumlah ternak, sistem perkandangan, setoran susu ketempat penempungan susu, kandang pedet, sistem perkawinan, kasus keluron, vaksinasi, serta mutasi sapi. Mutasi ternak dilakukan terhadap daerah yang positif terinfeksi brucellosis dan daerah kontroi yang betas brucellosis. Persentase pergantian ternak dihitung untuk setiap periode dengan rumus : E pembelianternak + E pentualanternak x 100 Persentase pergantian ternak � ternak keseluruhan. Sebanyak 104 petani peternak anggota 2 Koperasi Unit Desa (KUD) di kabupaten Tulung Agung dengan pemilikan 488 ekor sapi perah (dewasa sedang laktasi, sapi dara dan pedet) dilibatkan dalam penelitian ini. Sebanyak 68 petani peternak anggota KUD Tani Wilis, merupakan daerah peternakan yang positif terinfeksi Brucella sedangkan daerah peternakan yang negatif brucellosis adalah peternakan wilayah KUD Sriwigati dengan 36 petani peternak responden. Penetapan status kedua daerah tersebut didasarkan dari hasil uji saringan Milk Ring Test (MRT) terhadap kontainer susu yang disetor ketempat penampungan susu. Proporsi jumlah susu yang disetor dan jumlah ternak mempunyai arti yang penting dalam menggambarkan keadaan daerah secara keseluruhan. Suatu peternakan yang positif terinfeksi brucellosis dan tidak menyetor susunya ke KUD akan luput pemeriksaan MRT namun tidak luput dalam survei lapangan dengan rumusan quesioner yang hendak dibakukan ini. Peternakan yang tidak menyetor susunya harus dianggap terduga brucellosis dan harus dilacak lebih lanjut. Hasil survei lapangan yang dilengkapi pemeriksaan laboratorium dan metode questionnaire menghasilkan suatu informasi (data) tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyebaran penyakit brucellosis dan sejarah penyakit ini pads sapi di daerah yang disurvei tersebut. Disarankan untuk melakukan surveillance secara periodik di daerah kantong susu dan jalur susu untuk mengetahui keadaan infeksi brucellosis dan perlu pemberlakuan karantina terlebih dahulu sebelum memasukkan sapi baru ke peternakan.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK LP 53/08 Pra h
Uncontrolled Keywords: Manajemen kesehatan; Peternakan; brucellosis
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA76.9.D3 Database management and System design
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA407-409.5 Health status indicators. Medical statistics and surveys
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan
Unair Research > Exacta
Creators:
CreatorsNIM
Soetji Prawesthirini, SU., Drh.UNSPECIFIED
Garry Cores de Vries, Dr., MS., drh.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Elvi Mei Tinasari
Last Modified: 15 Sep 2016 04:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/42872
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item