STUDI KOMPARATIF ANTARA TEHNIK KULTUR SWAB Z-STROKE DAN TEHNIK LEVINE DALAM DIAGNOSA INFEKSI LUKA BAKAR

Nata'atmadja, Subakti Beta and Saputro Doso, Iswinarno (2013) STUDI KOMPARATIF ANTARA TEHNIK KULTUR SWAB Z-STROKE DAN TEHNIK LEVINE DALAM DIAGNOSA INFEKSI LUKA BAKAR. BULETIN PENELITIAN RSUD Dr SOETOMO, 15 (2). pp. 74-79. ISSN 1411 - 9498

[img] Text
karil_6.pdf

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
peerreview_validasi6.pdf

Download (346kB) | Preview

Abstract

50-75% mortalitas luka bakar disebabkan infeksi bakteri yang tidak terkontrol, dalam periode 2 tahun (Juni 2009 - Juni 2011) mortalitas penderita luka bakar di unit luka bakar RSUD Dr. Soetomo Surabaya sebesar 10,38% dan sekitar 60%-nya diduga diakibatkan oleh sepSis. Sepsis pada penderita luka bakar paling sering terjadi akibat kontaminasi bakteri permukaan luka yang berkembang invasif. Tahun 2007 penelitian di unit luka bakar kami mendapatkan hanya 21,2% hasil kultur swab yang sama dengan kultur darah penderita sepsis luka bakar 20% luas permukaan tubuh. Levine pada 1976 memperkenalkan teknik pengambilan spesimen kultur swab yang diprediksi lebih akurat, dimana dilakukan penekanan berulang pada permukaan luka untuk mendapatkan eksudat dari lapisan luka yang lebih dalam. Akurasi teknik ini dikatakan sampai dengan 78% pada infeksi luka kronis. Diperlukan analisis mikrobiologi yang tepat untuk mengurangi mortalitas luka bakar akibat infeksi lukanya. Tujuan Penelitian : membandingkan teknik swab sederhana, Z-strokes dan Levine dalam diagnosa infeksi luka bakar. Bahan dan metode: penderita luka bakar yang sudah yang sudah dirawat > 7 hari di ruang perawatan luka bakar RSUD dr. Soetomo dan sesuai kriteria inklusi-eksklusi penelitian. Dilakukan pengambilan spesimen 3 macam teknik kultur swab: sederhana, Z-strokes dan Levine,dan 1 biopsi jaringan pada luka yang dicurigai mengalami infeksi. Kemudian keempat spesimen dalam 4 tabung terpisah dikirim dan dibiakkan di laboratorium mikrobiologi, kemudian secara kualitatif hasil kultur swab dibandingkan dengan hasil kultur biopsi jaringan sebagai standar emas diagnosa. Hasil: periode Januari 2012 - Maret 2012 didapatkan 20 penderita luka bakar yang dapat dilibatkan kedalam penelitian ini, terdiri dari 14 pria dan 6 wanita. Penyebab luka bakaradalah api (9 pasien), listrik (6 pasien), air panas (4 pasien) dan minyak panas (1 pasien). Pengambilan spesimen paling banyak didilakukan pada trunkus (45%). Mayoritas pasien memiliki luas bakardiantara 10 sid 20% luas permukaan tubuh (35%). Hasil pertumbuhan bakteri pada keempat teknik didominasi oleh bakteri gram negatif 86,25%. 3 jenis terbanyak: Pseudomonas aeruginosa (30%), Acinetobacter spp (10%)dan Staphylococcus coagulase negatif (1 0%). Didapatkan hasil multi organisme pada 3 sampel swab sederhana dan 1 swabLevine, serta 3 hasil kulturbiopsijaringan yang steril. Terdapat 6 kultur swab sederhana, 7 swabZ-strokes dan 9 swab Levine yang sama dengan biopsijaringan. Dari hasil analisa statistik didapatkan nilai sensitifitas teknik swab sederhana 35,3%, swab Z-strokes 41,2% dan Levine 52,9%, nilai p = 0,001 McNemar (p>O, 05) dan p = 0,219 Kappa (p<0,05). Kesimpulan: Teknik kultur swab Levine secara kualitatif belum dapat mencapai akurasi yang diharapkan (75%), tetapi sensitifitas teknik swab Levine paling baik diantara ketiga teknik swab yang dilakukan pada penelitian ini.

Item Type: Article
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik (Spesialis)
Creators:
CreatorsNIM
Nata'atmadja, Subakti BetaUNSPECIFIED
Saputro Doso, Iswinarnoiswinarno@yahoo.com
Depositing User: Bayu Yulianti
Last Modified: 04 Oct 2016 06:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/45267
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item