ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGAGALAN KONVERSI PASIEN TB PARU BTA POSITIF PADA AKHIR PENGOBATAN FASE INTENSIF KATEGORI 1 DI KOTA SURABAYA TAHUN 2015

SITI SHOFIYA NOVITA SARI, 101211131049 (2016) ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGAGALAN KONVERSI PASIEN TB PARU BTA POSITIF PADA AKHIR PENGOBATAN FASE INTENSIF KATEGORI 1 DI KOTA SURABAYA TAHUN 2015. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
FKM 302-16 ABSTRAK.pdf

Download (56kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 302-16 Sar a.pdf
Restricted to Registered users only

Download (993kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis di Indonesia cenderung bertambah. Prevalensi kasus TB di Indonesia menduduki posisi kedua di dunia setelah India. Prevalensi kasus TB di Provinsi Jawa Timur menempati urutan kedua di Indonesia. Sementara itu, Kota Surabaya menempati urutan pertama di Provinsi Jawa Timur dengan prevalensi kasus TB terbanyak. TB disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman Mycobacterium tuberculosis berbentuk batang dan mempunyai sifat tahan terhadap asam yang disebut dengan BTA. Perubahan BTA positif pada awal pengobatan menjadi BTA negatif pada akhir pengobatan fase intensif disebut konversi. Pasien TB Paru BTA positif yang mengalami kegagalan konversi menjadi BTA negatif pada fase intensif berisiko menularkan kuman pada orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kegagalan konversi TB Paru pada pengobatan fase intensif di Kota Surabaya. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan studi case control. Sampel kasus dalam penelitian ini adalah pasien TB Paru BTA positif yang mengalami gagal konversi pada pengobatan fase intensif kategori 1 tahun 2015 sejumlah 27 pasien dan sampel kontrol adalah pasien TB Paru BTA positif yang mengalami konversi BTA pada pengobatan fase intensif kategori 1 tahun 2015 sejumlah 54 pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, persepsi terhadap penyakit TB Paru, keterjangkauan terhadap pelayanan kesehatan, dukungan Pengawas Minum Obat (PMO), penyakit penyerta dan keteraturan minum obat. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik berganda untuk mengetahui faktor risiko yang paling berhubungan dengan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang paling berhubungan dengan kegagalan konversi BTA pada fase intensif kategori 1 adalah penyakit penyerta dengan p value=0,04 dan OR sebesar 2,83. Hal tersebut dapat diartikan bahwa pasien yang memiliki penyakit penyerta selain TB Paru berisiko 2,83 kali lebih besar mengalami gagal konversi dahaknya dibandingkan pasien yang tidak memiliki penyakit penyerta selain TB Paru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor yang paling berhubungan dengan kegagalan konversi pasien TB Paru yang mengalami konversi BTA pada pengobatan fase intensif kategori 1 tahun 2015 adalah penyakit penyerta.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK KKC FKM 302-16 Sar a
Uncontrolled Keywords: TB Paru, gagal konversi, fase intensif.
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM
SITI SHOFIYA NOVITA SARI, 101211131049UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorAtik Choirul Hidajah, Dr., dr.,M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 17 Nov 2016 17:42
Last Modified: 08 Jun 2017 15:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/46064
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item