KORELASI KADAR HbA1c DENGAN HOMA-IR PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI SURABAYA

VIKA GRESS VIO DILITA, NIM011310113028 (2016) KORELASI KADAR HbA1c DENGAN HOMA-IR PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI SURABAYA. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
FV. AM. 23-16 Dil k abstrak.pdf

Download (138kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
FV. AM. 23-16 Dil k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (989kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan Diabetes mellitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau ganguan fungsi insulin (resistensi insulin ). Pemeriksaan laboaratorium yang digunakan untuk memeriksa pengontrolan gula darah adalah pengukuran glikat homogen (HbA1c). Sedangakan pemeriksaan insulin digunakan metode pemeriksaan HOMA-IR. Nilai HOMA-IR didapat dengan perhitungan adalah = (Kadar insulin puasa dalam U/ml x Kadar glukosa darah puasa dalam mmol/l)/22,5. Dikarenakan resitensi insulin yang jelek maka akan menyebabkan kadar glukosa darah meningkat. Kadar glukosa darah yang diukur dengan HbA1c maka akan menunjukkan nilai HbA1c meningkat pula. Nilai normal untuk HbA1c sendiri adalah 4,3-6,0% sedangakan untuk HOMA-IR sendiri adalah < 4.Penilitian digunakan untuk melihat korelasi HbA1c dengan HOMA-IR dan milihat rentang nilai HbA1c dengan HOMA-IR <4 dan ≥4 Metode Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada tahun 2015 sebanyak 50.Uji korelasi mengunakan program SPSS for windows 22.0 yang Selanjutnya dilakukan uji perbedaan bermakna dengan menggunakan uji Man Whitney dikarenakan data HOMA-IR tidak normal. Hasil Hasil didapatkan koefisien korelasi r = 0,410 yang menunjukKan hasil ada korelasi lemah antara HOMA-IR dan HbA1c dan didapatkan nilai signifikasi P =0,003 yang menunjukkan ada korelasi yang bermakna atara keduanya. Dari hasil uji Man Whitney menunjukkan angka 0,076 , yang menunjukkan tidak ada perbedaan bermakan nilai HbA1c dengan nilai homaIR <4 dan ≥4. Meskipun terdapat korelasi yang lemah diantara keduanya namun tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai HbA1c dengan HOMA-IR <4 dan ≥4. Hal tersebut mungkin dikarenakan jumlah sampel yang sedikit. Sebelumnya belum ada penilitian yang membahas tentang ini, dan diharapkan dengan kekurangan dari penilitian ini dapat menjadi acuan bagi penilitian berikutnya sehingga bisa lebih baik lagi. Kesimpulan Terdapat korelasi yang lemah antara HbA1c dengan HOMA-IR, namun korelasi tersebut bermakna. Tetapi tidak terdapat perbedaan yang bermakan nilai HbA1c dengan HOMA-IR <4 dan ≥4. Kata kunci : Diabetes mellitus tipe 2, HbA1c, HOMA-IR.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKA KK FV. AM. 23-16 Dil k
Uncontrolled Keywords: Diabetes mellitus tipe 2, HbA1c, HOMA-IR.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA428-428.5 Public health laboratories, institutes, etc.
R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Analis Medis
Creators:
CreatorsNIM
VIKA GRESS VIO DILITA, NIM011310113028NIM011310113028
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorPaulus Budiono Notopuro, dr., Sp.PK.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 05 Apr 2017 00:44
Last Modified: 05 Apr 2017 00:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/55943
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item