MANAJEMEN OBYEK WISATA (Studi deskriptif tentang Manajemen Obyek Wisata Pantai Ria Kenjeran Surabaya)

VICTOR ADHI B. (2005) MANAJEMEN OBYEK WISATA (Studi deskriptif tentang Manajemen Obyek Wisata Pantai Ria Kenjeran Surabaya). Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Fis PW 90-05 Vic M.pdf

Download (11MB) | Preview
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari ratusan, bahkan ribuan pulau yang sarat dengan kekayaan budayanya yang bernilai tinggi untuk disajikan kepada wisatawan. Karena kekayaan alam dan budaya di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri yang mana mampu memacu untuk mengembangkan dan menginvestasikan keindahan alamnya serta keanekaragaman budayanya dalam industri pariwisata. Mengapa orang berwisata mulai dari wisata kota, ke negara lain bahkan sampai keliling dunia, semua ini mereka lakukan tak lain adalah untuk mencari sesuatu yang berbeda, mencari inspirasi, mencari ketenangan dan mencari kesegaran baru. Surabaya merupakan ibukota propinsi Jawa Timur dan terletak di antara 07 derajat 12-07 derajat 21 garis lintang selatan dan 112 derajat 36-112 derajat 54 bujur timur, seluas 280,44 kilometer persegi dan berpenduduk 1ebih dari 3 juta orang. Merupakan kota pelabuban terpenting di Indonesia setelah pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Memiliki pusat perdagangan, bisnis, dan beberapa area industri serta perdagangan. Surabaya adalah kota besar dengan penduduk yang penuh semangat. Surabaya juga mempunyai pantai yaitu Pantai Kenjeran. Kenjeran memang tak setenar pantai Kuta di Bali. Dibanding Parangtritis Yogyakarta atau Pasir Putih-Situbondo pun, terbilang kalah gaung. Maklum luas obyek wisata di sisi timur kota Surabaya dan jatim umumnya, Kenjeran sendiri terbilang alami. Ketika obyek wisata pantai lain banyak menerima sentuhan modernisasi, Kenjeran tetap bertahan pada keasliannya karena lokasinya memang terbatas. Oleh karena itu penulis mencoba mengkupas salah satu obyek wisata yang ada di kota Surabaya dimana merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta, Obyek wisata tersebut adalah Pantai Ria Kenjeran yang mana banyak orang yang selalu ingin datang karena kelengkapan fasilitas yang dipunyainya, Pantai Ria Kenjeran adalah suatu obyek wisata yang terletak di daerah Surabaya Timur. Pantai Ria Kenjeran didirikan pada tanggal 15 Agnstus 1974, berdirinya Pantai Ria Kenjeran terebut atas jasa dari pengusahanya yang mempunyai pendapat bahwa fasilitas olah raga dan rekreasi merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat sepanjang masa, Pada tanggal 1 Desember 1974 diresmikanlah tempat tersebut oleh Bapak Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surabaya sebagai tempat rekreasi pantai di Jawa Timur dan diberi nama "Pusat Rekreasi Pantai Ria Surabaya". Namun keadaan Pantai Ria Kenjeran Surabaya sekarang ini kurang menarik lagi karena kondisi obyek kelihatan kotor, apalagi di daerah pantainya Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran baik dari wisatawan maupun masyarakat lokal sekitar Pantai Kenjeran itu sendiri. Pariwisata adalah suatu gejala yang sangat kompleks di dalam masyarakat, ada obyek wisata, ada hotel, ada souvenir shop, ada pramuwisata, ada angkutan wisata, ada biro perjalanan, ada rumah makan, dan lain-lainnya. Disamping itu ada wisatawannya sendiri dengan segala tingkah lakunya. Itu semua yang satu dengan yang lain saling berkaitan merupakan suatu keterkaitan di dalam masyarakat. Tidak mudah untuk memahami dan memiliki pengertian yang rinci tentang itu semua, sehingga semua keterkaitan itu satu sama lain menjadi jelas. Setiap individu dalam suatu sistem mempunyai peranan-peranan tersendiri yang berasal dari pola-pola pergaulan hidupnya. Kurangnya promosi dan pemasaran yang dilakukan oleh pihak Pemda bisa dilihat dari sudut pandang obyek dan daya tarik wisata yang ada, kondisi obyek-obyek wisata maupun daya tarik wisata di kota Surabaya memang tidak sebesar Bali atau Jawa Tengah (khususnya Yogyakarta). Karena itu masyarakat beranggapan bahwa Surabaya belum menjadi daerah tujuan wisata, tetapi baru menjadi daerah transit. Persepsi tersebut bisa dipahami, karena kebanyakan tamu-tamu mancanegara yang datang ke Surabaya lebih banyak bertujuan bisnis, bukan untuk mengunjungi obyek-obyek wisata di Surabaya. Agar suatu obyek dapat terkenal di masyarakat maka perlu adanya publisitas kepada khalayak ramai dengan cara mempromosikannya agar dikenal dan diminati oleh calon wisatawan baik domestik maupun intemasional. Dalam hal ini yang dimaksud promosi wisata adalah termasuk di dalamnya kegiatan penawaran pariwisata. Di dalam pengembangan obyek wisata KENPARK ini adalah memunculkan produk pariwisata yang baru dan lain di kota Surabaya, yaitu melalui bidang olah raga, di mana sering di adakan event-event balap motor, balap mobil, balap kuda, kompetisi futsal dan masih banyak lagi. Di obyek wisata KENPARK ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan obyek wisata sejenis yang ada di kota lain, dan itulah yang membuat kita berusaha mengembangkannya. Tentu saja apabila kita ingin mengembangkan suatu usaha pasti akan menemui kendala, meskipun obyek tersebut mempunyai daya tarik tempat yang tepat untuk menyalurkan hobi berolah raga tetapi juga ada pemandangan pantai yang indah. Sampah merupakan ancaman terbesar dalam pengembangan suatu obyek karena apabila obyek tersebut terlihat kotor dan kumuh, perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab melakukan hal tidak senonoh di tempat umum dan yang paling penting adalah keamanan wisatawan selama berada di obyek wisata ini sehingga membuat wisatawan enggan untuk datang lagi. Selain itu juga akan merusak ekosistem lingkungan sekitarmya. Di dalam pengembangan suatu obyek wisata pasti terdapat faktor positf dan negatif, di mana industri pariwisata dikatakan sebagai katalisator dalam pembangunan, dapat mendukung perekonomian negara. Pariwisata diklasifikasikan sebagai suatu industri yang tidak mengeluarkan asap, yang dapat menciptakan kemakmuran melalui perkembangan komunikasi, transportasi, akomodasi yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Disamping itu pariwisata juga dapat menimbulkan efek yang negatif seperti, pengrusakan terhadap lingkungan yang dapat menimbulkan polusi, terjadi ketegangan sosial dan sebagainya. Oleh karena itu PT. Granting Jaya berusaha mengenalkan dan memajukan Taman Pantai Ria Kenjeran (KENPARK) Surabaya dengan cara memberikan penyuluhan terhadap karyawan dan masyarakat obyek wisata tentang pentingnya pemeliharaan dan perawatan lingkungan. Berbagai macam cara yang dilakukan antara lain memberikan rambu-rambu di dalam obyek, kerja bakti membersihkan sampah , menghimbau masyarakat untuk menjaga dan memelihara Iingkungan serta fasilitas-fasilitas yang telah ada dan masih banyak lagi.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKB KK-2 FIS PW.90/05 Vic m (FULL TEXT TIDAK TERSEDIA)
Uncontrolled Keywords: obyek wisata
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN451-477.7 Intellectual life Including communication, recreation, philosophy, religion, knowledge, etc.
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pariwisata (D3)
Creators:
CreatorsNIM
VICTOR ADHI B.NIM070010105-S
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorFalih Suaedi, Dr., Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Andri Yanti
Date Deposited: 28 May 2017 20:59
Last Modified: 28 May 2017 20:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/57722
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item