PENGARUH DOSIS PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH DELIMA (Punica granatum Linn) TERHADAP APOPTOSIS SEL GRANULOSA OVARIUM DAN KADAR 17-β ESTRADIOL PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIPAPAR FORMALDEHYDE

SITI FADHILAH, NIM011414653016 (2017) PENGARUH DOSIS PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH DELIMA (Punica granatum Linn) TERHADAP APOPTOSIS SEL GRANULOSA OVARIUM DAN KADAR 17-β ESTRADIOL PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIPAPAR FORMALDEHYDE. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (178kB) | Preview
[img] Text (full text)
Tesis.compressed.pdf
Restricted to Registered users only until 18 August 2020.

Download (1MB)

Abstract

Paparan formaldehyde eksogen dalam tubuh akan menyebabkan Reactive Oxygen Species dalam sel sehingga menyebabkan kerusakan sel salah satunya yaitu sel granulosa. Apoptosis pada sel granulosa ovarium dapat berakibat terganggunya reaksi aromatisasi androgen untuk membentuk 17-β estradiol. Buah delima (Punica granatum Linn) dengan kandungan elagic acid (EA) diduga dapat bekerja sebagai sinyal yang akan memicu ekspresi gen-gen penyandi antioksidan melalui aktivasi Nrf2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pemberian ekstrak etanol buah delima (Punica granatum Linn) terhadap apoptosis sel granulosa ovarium dan kadar 17-β estradiol pada mencit (Mus musculus) yang dipapar formaldehyde. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan post-test only control group design. Subyek penelitian menggunakan mencit betina dengan pengambilan secara random sebanyak 4 kelompok (1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan). Semua kelompok diberi paparan formaldehyde 140mg/KgBB/hari selama 12 hari, selanjutnya kelompok kontrol diberi aquadest + CMC 0,5% dan O2,O3,O4 diberi ekstrak etanol buah delima dosis 100, 150 dan 200mg/KgBB/hari selama 12 hari. Pemeriksaan apoptosis sel granulosa pada mencit dilakukan dengan Tunel assay dan kadar 17-β estradiol diukur dengan ELISA. Hasil analisis uji Kruskal Wallis data apopotosis sel granulosa ovarium menunjukkan p=0,001(p<0,05). Hasil uji Anova satu arah data 17-β estradiol didapatkan p=0,215 (p>0,05). Pemberian ekstrak etanol buah delima (Punica granatum Linn) dosis 100, 150, dan 200 mg/kg BB/hari dapat menurunkan apoptosis sel granulosa ovarium pada mencit (Mus musculus) yang dipapar formaldehyde, pemberian ekstrak etanol buah delima (Punica granatum Linn) dosis 100, 150, dan 200 mg/kg BB/hari tidak dapat meningkatkan kadar 17-β estradiol pada mencit (Mus musculus) yang dipapar formaldehyde.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKR 09/17 Fad p
Uncontrolled Keywords: ekstrak etanol buah delima, apoptosis, sel granulosa ovarium, 17-β estradiol, formaldehyde
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Kesehatan Reproduksi
Creators:
CreatorsNIM
SITI FADHILAH, NIM011414653016NIM011414653016
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorHendy Hendarto, Dr. , dr.,Sp.OG(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 17 Aug 2017 17:43
Last Modified: 17 Aug 2017 17:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/60538
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item