TEKNIK PEMBESARAN KERAPU CANTANG (Epinephelus fuscogutattus x lanceolatus) DI BALAI LAYANAN USAHA PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA KARAWANG, JAWA BARAT

KARINDRA MULIA PUTRA, 141311133010 (2017) TEKNIK PEMBESARAN KERAPU CANTANG (Epinephelus fuscogutattus x lanceolatus) DI BALAI LAYANAN USAHA PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA KARAWANG, JAWA BARAT. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
PKL.PK.BP.73-17 Put t ABSTRAK.pdf

Download (197kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
PKL.PK.BP.73-17 Put t LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Registered users only until 27 September 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Inovasi adalah sangat terkait dengan sistem produksi pangan di seluruh dunia. Inovasi sering dilakukan dengan tujuan menghasilkan lebih banyak protein dan efisiensi yang lebih. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat permintaan penduduk. Selain itu, tujuan lain dalam inovasi ini adalah untuk meningkatkan ketahanan terhadap penyakit, meningkatkan vitalitas dan biaya produksi yang lebih rendah. Tak terkecuali dalam budidaya ikan, mulai dari inovasi untuk membawa spesies peliharaan sebelumnya ditangkap di alam liar sampai penelitian kumulatif berusaha untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup melalui kawin selektif dan peningkatan kualitas pakan. Inovasi terbaru dalam budidaya ikan kerapu adalah hibridisasi di mana dua spesies yang berbeda dari ikan kerapu yang lintas dibesarkan untuk memperoleh sifat yang bermanfaat bagi petani. Teknik elargement dari cantang kerapu (Epinephelus fuscoguttatus x lanceolatus) meliputi: a) Persiapan untuk mengeringkan kolam, sterilisasi menggunakan kapur dan klorin serta pengendapan air di kolam renang sebelum dibuang ke kolam budidaya waduk. b) Melepaskan 6000 benih dari cantang kerapu ke dalam kolam seluas 500 m 2 atau kepadatan 12 bibit / m2. Pengembangan lebih lanjut dari kerapu yang dibesarkan di keramba jaring dan diberi makan oleh pelet atau ikan rucah tergantung pada ketersediaan sebanyak 9,52 Kg 2 kali sehari. Ini kinerja pertumbuhan mekanisme pemberian dihasilkan sebagai berikut, FCR 4.04; GR 6627 kg / hari; EPP 25,93% dan SGR 1.192% per hari. c) parameter kualitas air sebagai berikut, NO 2 0,011-0,0073 ppm; pH 7,38-8.8; DO 2-5 ppm; suhu air 20-26 ºC. d) Parasit dan penyakit kontrol dilakukan ketika cantang kerapu memiliki kelainan pada fisiologi mereka. Penyakit pada cantang kerapu biasanya disebabkan oleh bakteri, protozoa dan cacing. Untuk mengatasi ini kerapu cantang masalah petani direndam di air tawar dan 90% formalin digunakan dengan dosis 5 ppt selama 15 menit atau ketika ikan mulai lemas. e) Pemanenan dilakukan secara parsial sesuai dengan permintaan pelanggan, sementara studi lapangan ini dilakukan ikan dipanen sebanyak 379 Kg.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL.PK.BP.73-17 Put t
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL614-639.8 Fishes
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Manajemen Kesehatan Ikan & Budidaya Perikanan
Creators:
CreatorsNIM
KARINDRA MULIA PUTRA, 141311133010UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorMuhammad Arief, Ir., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 27 Sep 2017 23:04
Last Modified: 27 Sep 2017 23:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/61864
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item