dr. Satria Ariyadi (2017) Perbandingan Kualitas Intubasi Rocuronium Dan Atracurium Pada Rapid Sequence Intubation Ruang Operasi Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr Soetomo Surabaya. Other thesis, Airlangga university.
|
Text (abstrak)
abstrak ppds ar 08 17.pdf Download (114kB) | Preview |
|
Text (fulltext)
ppds ar 08 17.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang Penelitian: Pilihan yang dianjurkan pada operasi darurat dengan puasa yang tidak cukup adalah intubasi dengan tehnikRapid Sequence Intubation (RSI). Succinylcholine merupakan pelumpuh otot pilihan, namun memiliki efek samping yang juga berbahaya. Obat alternatif pengganti succinylcholine adalah rocuronium dan atracurium. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kualitas intubasi ke dua obat dan apakah atracurium dapat digunakan sebagai alternatif pengganti succinylcholine seperti halnya rocuronium. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat blind randomized trial dimana dari 40 sampel dibagi menjadi 2 kelompok rocuronium dan atracurium masing – masing 20 sampel. Tiap kelompok mendapat obat induksi berupa fentanyl 1 mcg/kgBB dan propofol 1,5 mg/kgBB. Diikuti dengan pemberian pelumpuh otot. Dimana pada kelompok rocuronium diberikan rocuronium dosis 1mg/kgBB sedangkan kelompok atracurium diberi dosis atracurium 0,75 mg/kgBB. Kemudian dievaluasi dengan train of four dan dilakukan intubasi serta evaluasi kondisi intubasi dan masa apnoe. Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian didapatkan 40 pasien yang dilakukan intubasi dengan RSI kesemuanya berhasil diintubasi pada percobaan pertama dan tidak didapatkan adanya aspirasi. Kodisi Intubasi dari kelompok atracurium lebih baik dibandingkan dari kelompok rocuronium namun perbedaannya tidak bermakna (p = 0,810). Masa apnoe rocuronium lebih singkat yaitu 71 ± 27.19 detik dibandingkan dengan kelompok atracurium 117.5 ± 33.78 detik, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik ( p <0.005) Simpulan Rocuronium memiliki waktu yang lebih singkat untuk tindakan intubasi, namun Atracurium memiliki kondisi intubasi yang lebih baik dan waktu intubasi dan komplikasi masih dapat diterima untuk intubasi RSI.
Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Additional Information: | KKA KK PPDS AR 08 17 Ari p | ||||||
Uncontrolled Keywords: | Intubation, emergency, rapid sequence intubation | ||||||
Subjects: | R Medicine > RD Surgery | ||||||
Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Anestesiologi dan Reanimasi | ||||||
Creators: |
|
||||||
Contributors: |
|
||||||
Depositing User: | Turwulandari | ||||||
Date Deposited: | 18 Oct 2017 18:01 | ||||||
Last Modified: | 18 Oct 2017 18:01 | ||||||
URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/64259 | ||||||
Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
View Item |