DETEKSI BIOFILM Candida spp. DENGAN METODE REDUKSI XTT, TISSUE CULTURE PLATE, DAN TEST TUBE

PEPY DWI ENDRASWARI, NIM011418226302 (2018) DETEKSI BIOFILM Candida spp. DENGAN METODE REDUKSI XTT, TISSUE CULTURE PLATE, DAN TEST TUBE. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
TMBK. 02-18 End d Abstrak.pdf

Download (471kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
TMBK. 02-18 End d.pdf
Restricted to Registered users only until 2 April 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Produksi biofilm telah dihubungkan sebagai faktor virulensi beberapa spesies Candida spp. Produksi biofilm di Candida spp. dapat dideteksi dengan mengukur aktivitas metabolism dengan metode reduksi XTT dan mengukur biomasa dengan metode tissue culture plate (TCP) dan test tube. Tujuan: Untuk membandingkan tingkat kepositifan metode XTT, TCP dan test tube serta menghitung kesesuaian antar metode. Metode: Pada penelitian ini dilakukan uji deteksi biofilm dengan metode XTT, TCP dan test tube terhadap 60 stok isolat Candida spp dari spesimen darah yang tersimpan di Laboratorium Mikrobiologi Klinik Rumah Sakit Dr Soetomo. Berdasar produksi biomasa isolat diklasifikasikan menjadi non/low, moderate, dan high biofilm-formation. Berdasarkan aktivitas metabolik, isolat dibagi menjadi non/low, moderate, high metabolic activity. Hasil moderate dan high diinterpretasikan sebagai hasil positif, sedangkan non dan low di interpretasikan sebagai hasil negatif. Tingkat kepositifan dihitung berdasarkan prosentase hasil positif pada tiap metode. Tingkat kesesuaian dianalisis dengan uji Kappa. Hasil: Tingkat kepositifan XTT, TCP dan test tube dalam mendeteksi produksi biofilm masing-masing adalah 90%, 68%, dan 57%. Tingkat kepositifan meningkat ketika metode digabungkan. Kesesuaian antara metode XTT-TCP, XTT-test tube dan TCP-test tube masing-masing adalah 65%, 56% dan 68%. Analisis Kappa menunjukkan tidak adanya kesesuaian antara tabung XTT-TCP dan XTT-test tube (p> 0,05) dan terdapat kesesuaian antara metode TCP-test tube (p <0,05). Kesimpulan: Metode reduksi XTT memiliki tingkat kepositifan tertinggi diantara ketiga metode. Terdapat kesesuaian antara metode TCP dan test tube dalam mendeteksi biofilm.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TMBK. 02-18 End d
Uncontrolled Keywords: XTT, tissue culture plate, test tube, Candida spp, tingkat kepositifan, tingkat kesesuaian.
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR1-502 Microbiology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Mikrobiologi Klinik
Creators:
CreatorsNIM
PEPY DWI ENDRASWARI, NIM011418226302NIM011418226302
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorEddy Bagus Wasito, Prof. Dr., dr., M.S., Sp.MK(K)UNSPECIFIED
Thesis advisorArthur Pohan Kawilarang, dr., M. Kes., SpMK (K)UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 01 Apr 2018 22:40
Last Modified: 01 Apr 2018 22:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/71478
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item