INTERNALISASI DISPOSISI SISWA PEREMPUAN IMIGRAN ASAL NEGERI MAGHRIBI TERHADAP UNDANG-UNDANG LAÏCITÉ 15 Maret 2004 (Studi Voile islamique di SMA Negeri di Ile-de-France Prancis)

ROOSI RUSMAWATI, 091170403 (2017) INTERNALISASI DISPOSISI SISWA PEREMPUAN IMIGRAN ASAL NEGERI MAGHRIBI TERHADAP UNDANG-UNDANG LAÏCITÉ 15 Maret 2004 (Studi Voile islamique di SMA Negeri di Ile-de-France Prancis). Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_Dis.S.01 18 Rus i.pdf

Download (155kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_Dis.S.01 18 Rus i.pdf
Restricted to Registered users only until 17 April 2021.

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (JURNAL)
JURNAL_Dis.S.01 18 Rus i.pdf

Download (586kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada awal tahun ajaran baru -September 2004- ketika Undang-Undang Laïcité 15 Maret 2004 diberlakukan, Pemerintah Prancis mengklaim bahwa pelaksanaan undang-undang tersebut berjalan dengan baik. Undang-undang ini melarang para siswa di sekolah-sekolah negeri mengenakan pakaian atau simbolsimbol yang menunjukkan agama/kepercayaan yang dianut oleh mereka –seperti pemakaian kippa oleh siswa-siswa Yahudi, salib oleh siswa-siswa Kristen/Katolik, voile islamique oleh siswa-siswa perempuan Islam, dan lain-laindi lingkungan sekolah. Untuk menyosialisasikan undang-undang yang telah menjadi peraturan sekolah ini, tiga bulan sebelum pemberlakuannya, sekolah-sekolah negeri –dari SD sampai SMA- mengundang para orangtua siswa ke sekolah. Reaksi para orangtua siswa beragam: Ada yang meminta anaknya untuk tidak lagi mengenakan pakaian/simbol-simbol keagamaan/kepercayaan yang mereka anut, ada yang memindahkan anaknya ke sekolah swasta dimana undang-undang tersebut tidak diberlakukan dan ada pula siswa-siswa yang memilih melepas pakaian/simbol-simbol yang menunjukkan agama/kepercayaan yang mereka anut ketika memasuki lingkungan sekolah serta mengenakannya kembali ketika keluar dari lingkungan sekolah. Saat ini, setelah sepuluh tahun pemberlakuan undang-undang tersebut, terjadi fenomena yang menunjukkan bahwa makin lama makin banyak siswa perempuan muslim yang memakai voile islamique melakukan tindakan lepas pakai voile islamique. Mereka melepas voile islamique yang oleh pemerintah dianggap sebagai simbol agama Islam, di depan pintu gerbang sebelum masuk ke dalam lingkungan sekolah dan mengenakannya kembali ketika keluar dari lingkungan sekolah.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis.S.01/18 Rus i
Uncontrolled Keywords: Voile Islamique, Habitus, Laïcité, Modal, Kekerasan Simbolik
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV4005-4013 Immigrants
J Political Science > JN Political institutions (Europe)
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu ilmu Sosial
Creators:
CreatorsNIM
ROOSI RUSMAWATI, 091170403UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorFX. Eko Armada Riyanto, Prof., Dr.UNSPECIFIED
Thesis advisorSiti Aminah, Dr., MA.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 16 Apr 2018 19:49
Last Modified: 16 Apr 2018 19:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/71844
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item