AKURASI UJI DIAGNOSTIK SINDROM FRAILTY BERDASARKAN SISTEM SKOR CARDIOVASCULAR HEALTH STUDY (CHS), STUDY OF OSTEOPOROTIC FRACTURE (SOF), DAN TILBURG FRAILTY INDICATOR (TFI) TERHADAP FRAILTY INDEX BASED ON COMPREHENSIVE GERIATRIC ASSESSMENT (FI-CGA) Penelitian Cross-Sectional dengan Pendekatan Uji Diagnostik Di Komunitas Usia Lanjut Surabaya

Rastita Widyasari, NIM011228026305 (2018) AKURASI UJI DIAGNOSTIK SINDROM FRAILTY BERDASARKAN SISTEM SKOR CARDIOVASCULAR HEALTH STUDY (CHS), STUDY OF OSTEOPOROTIC FRACTURE (SOF), DAN TILBURG FRAILTY INDICATOR (TFI) TERHADAP FRAILTY INDEX BASED ON COMPREHENSIVE GERIATRIC ASSESSMENT (FI-CGA) Penelitian Cross-Sectional dengan Pendekatan Uji Diagnostik Di Komunitas Usia Lanjut Surabaya. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
PPDS.IPD. 23-18 Wid a Abstrak.pdf

Download (344kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
PPDS.IPD. 23-18 Wid a.pdf
Restricted to Registered users only until 14 December 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Sistem penilaian FI-CGA adalah salah satu alat ukur terbaik untuk mendiagnosis sindrom frailty di layanan kesehatan komunitas. Saat ini, sistem skor yang banyak digunakan di layanan kesehatan komunitas adalah sistem skor CHS, SOF, dan TFI, namun kemampuan diagnostiknya di layanan kesehatan komunitas Surabaya belum banyak diketahui. Tujuan : Mengetahui kemampuan diagnostik sistem skor CHS, SOF, dan TFI di komunitas usia lanjut Surabaya. Metode : Sebanyak 170 perempuan dan laki-laki berusia ≥ 60 tahun yang terdaftar di Pos Layanan Terpadu (Posyandu) Lanjut Usia Surabaya terpilih sebagai subjek penelitian dengan teknik multi-stage random sampling. Penelitian ini merupakan studi potong lintang uji sistem skor CHS, SOF, dan TFI terhadap sistem skor FICGA sebagai standar referensi. Hasil : Berdasarkan FI-CGA, pada subjek penelitian didapatkan proporsi frailty pada subjek penelitian adalah sebesar 24,7%, pre-frail 29,4%, dan fit 45,9%. Dalam mengklasifikasikan kondisi frail dan non-frail (fit dan pre-frail), sistem skor CHS memiliki nilai sensitivitas 78,57%, spesifisitas 71,8%, dan nilai AUC 0,802 (CI 95%, 0,728-0,877), sistem skor SOF memiliki nilai sensitivitas 23,8%,spesifisitas 87,5%, dan nilai AUC 0,739 (CI 95%, 0,650-0,827), sistem skor TFI memiliki nilai sensitivitas 71,43%, spesifisitas 78,13%, dan nilai AUC 0,859 (CI 95%, 0,799-0,918). Kesimpulan : selain FI-CGA, sistem skor CHS dan TFI juga memiliki kemampuan yang baik untuk diagnostik sindrom frailty di layanan kesehatan komunitas usia lanjut Surabaya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IPD. 23-18 Wid a
Uncontrolled Keywords: frailty, usia lanjut, sistem skor CHS, SOF, TFI, FI-CGA
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Dalam
Creators:
CreatorsNIM
Rastita Widyasari, NIM011228026305NIM011228026305
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorNovira Widajanti, dr., Sp.PD, K-GerUNSPECIFIED
Thesis advisorJusri Ichwani, dr., Sp.PD, K-GerUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 14 Dec 2018 07:51
Last Modified: 14 Dec 2018 07:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/76753
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item