TINJAUAN TERHADAP INISIATIF OAU DALAM PENGELOLAAN KONFLIK GENOSIDA DI BURUNDI TAHUN 1993 - 2000

NOVIAWATI LESMANA, 071511233024 (2019) TINJAUAN TERHADAP INISIATIF OAU DALAM PENGELOLAAN KONFLIK GENOSIDA DI BURUNDI TAHUN 1993 - 2000. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_Fis.HI.13 19 Les t.pdf

Download (405kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_Fis.HI.13 19 Les t.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (JURNAL)
JURNAL_Fis.HI.13 19 Les t.pdf

Download (769kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Burundi merupakan negara di Afrika yang mengalami konflik genosida di tahun 1993. Konflik ini disebabkan karena adanya sentimen yang tinggi antara etnis Hutu dan Tutsi. Pengelolaan konflik untuk mengatasi kasus ini diawali dengan kampanye dari Amnesti Internasional yang dilakukan supaya komunitas internasional memperhatikan apa yang terjadi di Burundi. Akhirnya, kasus ini dibahas di PBB dan menghasilkan keputusan untuk memberikan mandat kepada OAU (Organization of African Unity) sebagai organisasi regional yang menjadi penggerak utama dalam pengelolaan konflik di Burundi. Dalam kasus ini, inisiatif dari organisasi regional Afrika yaitu OAU dapat dikatakan merupakan inisiatif yang aktif. Hal ini dikarenakan, pengelolaan konflik yang dilakukan oleh OAU mulai dari tahun 1994 hingga 2000 dapat membuat Burundi mencapai peace-making yang ditandai dengan ditandatanganinya Arusha Agreement oleh pihak yang berkonflik. Selama ini banyak pandangan skeptis tentang organisasi regional di Afrika karena terdiri dari negara anggota yang baru merdeka, adanya tumpang tindih keanggotaan antar organisasi regional, serta inisiatif yang lemah dalam pengelolaan konflik di Afrika. Akan tetapi, dalam kasus ini OAU malah bertindak sebagai organisasi regional yang aktif untuk mengelola konflik, seperti contohnya dengan menggunakan aktor-aktor Afrika yaitu Julius Nyerere dan Nelson Mandela. Maka dari itu, skripsi ini membahas tentang mengapa pada akhirnya pengelolaan konflik yang dilakukan OAU dapat mengarah pada pencapaian peace-making antara Hutu dan Tutsi. Peneliti menggunakan dua teori untuk menganalisis hal tersebut yaitu modal sosial dan principal-agent. Modal sosial yang dibahas adalah aspek struktural dan aspek kognitif yang dimiliki OAU. Sedangkan, dalam principal-agent dibahas tentang agency slack yang dimiliki OAU dan pengaruhnya terhadap tingkat independensi agen. Melalui dua teori tersebut, peneliti memiliki dua hipotesis. Pertama, OAU memiliki modal sosial yang memperkuat posisinya sebagai organisasi regional yang mengelola konflik di Burundi. Kedua, OAU memiliki tingkat independensi yang tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.HI.13/19 Les t
Uncontrolled Keywords: Pengelolaan Konflik, Burundi, Genosida, Modal Sosial, Principal-agent, dan Organisasi Regional.
Subjects: J Political Science > JZ International relations
K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB480 482 Private international law. Conflict of laws
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsNIM
NOVIAWATI LESMANA, 071511233024UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorCitra Hennida, S.IP., MA.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 26 Apr 2019 01:58
Last Modified: 26 Apr 2019 01:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/82018
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item