PENANGANAN HEMOROID MENGGUNAKAN TERAPI AKUPUNKTUR PADA TITIK ERBAI (EX UE 2), XUEHAI (SP 10), TIANSHU (ST 25) DAN WENLIU (LI 7) SERTA PEMBERIAN HERBAL DAUN UNGU (Graptophyllum pictum (L.))

YULI LUTVITASARI, 151610413015 (2019) PENANGANAN HEMOROID MENGGUNAKAN TERAPI AKUPUNKTUR PADA TITIK ERBAI (EX UE 2), XUEHAI (SP 10), TIANSHU (ST 25) DAN WENLIU (LI 7) SERTA PEMBERIAN HERBAL DAUN UNGU (Graptophyllum pictum (L.)). Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
FV.PT 17 19 Lut p ABSTRAK.pdf

Download (31kB)
[img] Text
FV.PT 17 19 Lut p DAFTAR ISI.pdf

Download (45kB)
[img] Text
FV.PT 17 19 Lut p DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (40kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FV.PT 17 19 Lut p.pdf
Restricted to Registered users only until 10 December 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: Http://lib.Unair.ac.id

Abstract

Hemoroid atau wasir atau yang biasa disebut ambeien oleh masyarakat awam merupakan pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus yang berasal dari plexus hemoroidalis. Hemoroid merupakan suatu penyakit yang berbahaya dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup seseorang (Muthainnah dkk., 2015). Pada kasus ini, pasien seorang perempuan usia 19 tahun dengan berat badan 44 kg, dan tinggi badan 150 cm dengan tekanan darah 98/80 mmHg. Keluhan utama pasien adalah rasa panas, nyeri dan terdapat benjolan pada anus saat buang air besar. Otot lidah tebal, mengkilap dan terdapat tapal gigi menunjukkan lembab pada tubuh pasien. Otot lidah yang berwarna merah dengan papila menonjol, terdapat fisur, selaput lidah kuning tipis menunjukkan panas pada tubuh pasien. Diagnosa terhadap pasien ialah hemoroid dengan sindrom lembab panas turun ke bawah. Prinsip terapi dengan menghilangkan panas dan lembab, serta mendinginkan darah. Terapi yang digunakan adalah terapi akupuntur pada titik Erbai (EX UE 2), Xuehai (SP 10), Tianshu (ST 25) dan Wenliu (LI 7) yang dilakukan seminggu 3 kali selama 4 minggu serta pemberian herbal daun ungu (Graptophyllum pictum (L.)) dengan dosis 15 gram dan air 420 ml dibuat infusa dan diminum 2x sehari. Berdasarkan penatalaksanaan pada studi kasus ini, disimpulkan bahwa penanganan hemoroid sindrom lembab panas menggunakan titik titik Erbai (EX UE 2), Xuehai (SP 10), Tianshu (ST 25) dan Wenliu (LI 7) yang dilakukan seminggu 3 kali selama 4 minggu serta pemberian kombinasi daun ungu (Graptophyllum pictum (L.)) dengan dosis 15 gram dan air 420 ml dibuat infusa dan diminum 2x sehari dapat menghilangkan gejala hemoroid yaitu pasien tidak mengalami konstipasi, dan tidak terdapat rasa panas, nyeri dan benjolan saat defekasi.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKA KK FV.PT 17/19 Lut p
Uncontrolled Keywords: PENANGANAN HEMOROID MENGGUNAKAN TERAPI AKUPUNKTUR PADA TITIK ERBAI (EX UE 2), XUEHAI (SP 10), TIANSHU (ST 25) DAN WENLIU (LI 7) SERTA PEMBERIAN HERBAL DAUN UNGU (Graptophyllum pictum (L.))
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Pengobat Tradisional
Creators:
CreatorsNIM
YULI LUTVITASARI, 151610413015UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorProf. Dr. Suhariningsih, Ir, NIDN :'0027065203UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 10 Dec 2019 07:55
Last Modified: 10 Dec 2019 07:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/92438
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item