PERSEPSI KONSUMEN DI BEBERAPA APOTEK WILAYAH SURABAYA TENTANG OBAT GENERIK

ADINUGRAHA AMARULLAH, 050810145 (2013) PERSEPSI KONSUMEN DI BEBERAPA APOTEK WILAYAH SURABAYA TENTANG OBAT GENERIK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-amarullaha-27647-6.ring-n.pdf

Download (123kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-amarullaha-27647-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang telah ditetapkan dalam Farmakope Indonesia dan INN ( International Non-propietary Names ) dari WHO ( World Health Organization ) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya (Depkes RI, 2010c). Obat generik di Indonesia diproduksi dalam bentuk OGB (Obat Generik Berlogo). Obat generik berlogo (OGB) dan obat nama dagang keduanya mempunyai bahan aktif yang sama dan secara kualitas juga sama karena obat generik mempunyai persyaratan CPOB dalam proses produksinya, namun obat nama dagang mempunyai harga yang jauh lebih mahal karena harganya ditentukan oleh kebijakan perusahaan farmasi tersebut sedangkan obat generik ber logo telah ditetapkan harganya oleh pemerintah agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat (Widada, 2008). Menurut data yang didapat oleh Menteri Kesehatan pemakaian obat generik masih tergolong rendah. Pembelian obat tersebut mengalami penurunan 10% dalam lima tahun terakhir (2005 -2010) dari Rp. 2,525 trilyun menjadi Rp. 2,372 trilyun (Depkes RI, 2010b). Penurunan penggunaan obat generik bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya informasi yang diperoleh konsumen tentang obat gener ik disebabkan karena obat generik tidak mengiklankan produknya, sehingga masyarakat kurang mendapat informasi tentang obat generik yang pada akhirnya menimbulkan persepsi yang kurang baik pada masyarakat. Persepsi yang kurang baik ini menyebabkan masyaraka t menilai harga obat generik yang lebih rendah dari obat nama dagang sebagai obat kelas dua (second choice) yang diragukan kualitas (Depkes, 2010b). Maka faktor persepsi menjadi sangat penting dalam penggunaan obat generik, sebab jika masyarakat beranggap an bahwa obat generik sebagai obat yang tidak berkualitas maka masyarakat tidak akan menggunakan obat generik. Begitu pula, jika masyarakat tidak mengenal obat generik maka masyarakat tidak akan menggunakan obat generik. Dalam penelitian ini, masyarakat di wakili oleh konsumen apotek dengan pertimbangan konsumen yang datang di apotek memiliki kebutuhan akan obat, sehingga persepsi konsumen akan mempengaruhi keputusan konsumen secara individu dalam menentukan suatu obat. Lokasi apotek dipilih karena sebagai t empat pelayanan kefarmasian, serta tempat berlangsungnya seorang apoteker bertemu dengan pasien dan memberikan konseling, informasi, dan edukasi, serta memberikan pharmaceutical care , sehingga di apotek konsumen dapat mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait obat generik (DepKes RI, 2004). Penelitian tentang obat generik pernah dilakukan oleh Henry S. Sitindaon (2010) di kota Medan, penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang obat generik pada masyarakat yang dilakukan pa da satu kecamatan di kota Medan dengan hasil persentase yang paling tinggi sebesar 54% adalah tingkat pengetahuan dengan kategori “sedang”. Tingkat pengetahuan kategori “baik” sebesar 28% dan tingkat pengetahuan kategori “kurang” sebesar 18% (Sitindaon, 20 10). Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat tentang obat generik di kota Surabaya. Kota Surabaya merupakan kota terpadat kedua serta memiliki masyarakat yang heterogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menge tahui persepsi konsumen apotek wilayah Surabaya tentang obat generik. Penelitian ini dilakukan di 10 apotek yang dipilih secara purposive sampling kepada konsumen apotek yang tersebar di lima wilayah kota Surabaya. Jenis penelitian deskriptif cross-section al , dengan populasi dalam penelitian ini adalah konsumen apotek wilayah Surabaya berusia lebih dari 17 tahun. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 orang yang dipilih secara accidental sampling dengan tetap memperhatikan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Penelitian ini dilakukan selama bulan Mei-Juli 2012. Pengujian validitas pada penelitian ini dilakukan validitas isi dan validitas rupa. Dari hasil penelitian didapatkan data dan akan diolah dengan analisa deskriptif dan data disajikan dalam bentuk persentase. Sehingga akan diketahui persepsi konsumen apotek wilayah Surabaya tentang obat generik. Dari analisis data didapat bahwa konsumen apotek telah mendengar istilah obat generik sebesar 100%, mendefinisikan obat generik sebagai obat yang mempunyai harga yang terjangkau 54%, mendengar istilah obat generik dari tenaga kesehatan 76%, pernah menggunakan obat generi k 97% , konsumen apotek merasa obat generik manjur (94%), aman (95%), dan mudah didapatkan di apotek (100%), lebih ingin menggunakan obat gene rik 75% , dan merasa penggunaan obat generik penting untuk digalakkan 97%. Persepsi konsumen apotek wilayah Surabaya sudah baik tentang obat generik Dari hasil penelitian ini disarankan untuk penelitian selanjutnya agar memperluas lokasi tempat penelitian dengan menambah jumlah apotek agar hasil yang didapat lebih mewakili populasi. Seiring perbaikan dan peningkatan penggunaan obat generik persepsi masyarakat sudah baik, sehingga pemerintah harus melakukan perbaikan dalam faktor lainnya seperti, kemasan, be ntuk sediaan, dan ketersediaan obat generik di instansi kesehatan lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.KOM.26-13 Ama p
Uncontrolled Keywords: PERCEPTION; GENERIC DRUGS
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Komunitas
Creators:
CreatorsNIM
ADINUGRAHA AMARULLAH, 050810145UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorUmi Athijah, Dr., M.S., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 24 Oct 2013 12:00
Last Modified: 12 Aug 2016 08:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9249
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item