Correlation Percentage of S and G2/M with Percentage of Lymphoblasts in Pediatric Acute Lymphoblastic Leukemia (Kenasaban Persentase S dan G2/M dengan Persentase Limfoblas di Pasien Leukemia Limfoblastik Akut Anak)

Ernawati Armayani and Yetti Hernaningsih and Endang Retnowati and Suprapto Ma'at and I Dewa Gede Ugrasena (2017) Correlation Percentage of S and G2/M with Percentage of Lymphoblasts in Pediatric Acute Lymphoblastic Leukemia (Kenasaban Persentase S dan G2/M dengan Persentase Limfoblas di Pasien Leukemia Limfoblastik Akut Anak). Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 24 (1). pp. 47-52. ISSN 0854-4263

[img] Text (Similarity)
Correlation Percentage of S.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Peer Review)
Correlation Percentage.pdf

Download (2MB)
[img] Text (Artikel)
Correlation Percentage of S.pdf

Download (195kB)
Official URL: https://indonesianjournalofclinicalpathology.org/i...

Abstract

Leukemia Limfoblastik Akut (ALL) merupakan keganasan klonal di sumsum tulang/Bone Marrow (BM). Angka bertahan hidup 5 tahun saat ini >85%, tetapi 15-20% relaps sehingga perjalanan penyakit jelek. Perjalan penyakit jelek jika setelah tahap induksi limfoblas menetap di Darah Tepi (DT) dan BM >5% serta tahap S BM >6%. Tahap G2/M merupakan petunjuk prognosis ALL anak, selain itu sebagai target pengobatan. Tujuan penelitian menganalisis kenasaban persentase tahap S dan G2/M dengan persentase limfoblas DT pasien ALL anak sebelum dan sesudah kemoterapi induksi. Jenis penelitian analitik observasional longitudinal (kohor) di ALL anak kasus baru diperiksa sebelum dan sesudah induksi. Persentase limfoblas secara mikroskopis. Persentase fase S dan G2/M flowcytometryBD Facs Callibur. Kenasaban bermakna hanya persentase tahap S dan limfoblas sebelum induksi (r=0,449; p=0,007). Kelainan gen ALL pada ekspresi cyclins dan CDK sehingga hilang kendali checkpoint siklus sel, merangsang transisi tahap G1 menjadi tahap S. Persentase tahap S tidak berbeda pada remisi dan meninggal (p=0,138). Persentase tahap G2/M berbeda antara remisi dan meninggal (p=0,006) dan bernasab dengan luaran kemoterapi induksi (koefisien Eta= 0,744), G2/M ≥1,26% meramalkan remisi. Terdapat kenasaban antara persentase siklus sel tahap S dengan persentase limfobas sebelum kemoterapi induksi. Persentase siklus sel tahap S memberikan gambaran siklus sel pada sel limfoblas. Terdapat kenasaban antara persentase siklus sel tahap G2/M dengan luaran kemoterapi induksi tahap G2/M menjadi faktor peramal luaran kemoterapi induksi ALL. Perlu penelitian lanjutan dengan sampel BM, subtipe dan pengamatan semua tahap kemoterapi.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Limfoblas, siklus sel, tahap S, tahap G2/M, ALL
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RB Pathology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Patologi Klinik
Creators:
CreatorsNIM
Ernawati ArmayaniUNSPECIFIED
Yetti HernaningsihNIDN0020127307
Endang RetnowatiNIDN0071608640
Suprapto Ma'atUNSPECIFIED
I Dewa Gede UgrasenaNIDN8877500016
Depositing User: arys fk
Date Deposited: 01 Jun 2020 12:13
Last Modified: 01 Jun 2020 12:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/95403
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item