IDENTIFIKASI PROBLEM TERAPI OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS TANAH KALIKEDINDING SURABAYA

AWANDA AYU FITANTRI, 051011110 (2015) IDENTIFIKASI PROBLEM TERAPI OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS TANAH KALIKEDINDING SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-fitantriaw-35328-6.ringk-n.pdf

Download (289kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Apoteker sebagai salah satu komponen tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam pembangunan kesehatan dengan menerapkan konsep pharmaceutical care. Apoteker memiliki peran dan tanggung jawab dalam mengidentifikasi, menyelesaikan serta mencegah terjadinya problem terapi obat atau yang sering disebut Drug Therapy Problem (DTP). Tanggung jawab tersebut harus dilakukan agar kebutuhan pasien terkait obat terpenuhi sehingga luaran terapi dapat tercapai. Penggunaan obat dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk pasien tuberkulosis (TB), oleh karena itu DTP juga bisa terjadi pada pasien TB. TB merupakan salah satu penyebab kematian utama yang diakibatkan oleh infeksi. Penelitian dilakukan di Puskesmas Tanah Kalikedinding Surabaya, karena menurut data selama tahun 2012, puskesmas Tanah Kalikedinding memiliki kasus baru TB paru BTA (Bakteri Tahan Asam) positif yang cukup tinggi yaitu 59 orang dan total kasus TB tertinggi ketiga di seluruh puskesmas di Surabaya yaitu 94 pasien. Oleh karena itu, identifikasi DTP pada pasien TB perlu untuk diteliti agar dapat dikembangkan solusi untuk menyelesaikan serta mencegah DTP pada pasien TB yang mendapatkan obat dari Puskesmas Tanah Kalikedinding Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Tanah Kalikedinding Surabaya selama bulan April 2014. Metode yang digunakan merupakan survei dengan wawancara bebas terpimpin. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien TB yang mendapatkan obat antituberkulosis (OAT) dari Puskesmas Tanah Kalikedinding selama bulan April 2014. Pasien yang dijadikan responden merupakan pasien yang bersedia menjadi responden, dapat berkomunikasi dengan baik, serta bukan pasien baru pada akhir bulan April dan belum menggunakan OAT sebelum Bulan April 2014. Variabel yang digunakan ada 7 yang merupakan kategori DTP yaitu terapi obat yang tidak diperlukan, kebutuhan akan terapi obat tambahan, obat tidak efektif, dosis terlalu rendah, dosis terlalu tinggi, reaksi obat yang tidak diinginkan, serta ketidakpatuhan. Instrumen yang digunakan adalah lembar informasi, lembar persetujuan menjadi responden, peneliti sebagai interview, pedoman interview, catatan pengobatan pasien TB (Kartu TB-01 dan TB-02), lembar identifikasi problem terapi obat, serta lembar pengumpul data. Instrumen tersebut divalidasi dengan cara role playing menggunakan simulasi resep dan dinyatakan valid apabila data yang diperoleh konsisten, sesuai variabel serta tidak bias. Total pasien yang mendapatkan OAT di Puskesmas Tanah Kalikedinding selama bulan April ada 36 pasien dan yang bersedia menjadi responden adalah 32 pasien, dimana 2 pasien tidak bersedia, 1 pasien tidak dapat berkomunikasi dengan baik, serta 1 pasien merupakan pasien baru di akhir bulan. Tiga puluh dua pasien tersebut 19 berjenis kelamin laki-laki dan 13 berjenis kelamin perempuan dan banyak terjadi pada pasien usia produktif (15-24 tahun). Pada pasien TB ini, 68.75% (22) pasien mengalami pasien mengalami paling sedikit satu DTP dan 18.75% (6) pasien tidak mengalami DTP. Dalam penelitian, DTP yang dapat teridentifikasi ada 4 kategori yaitu dosis terlalu rendah 12.9% (4), dosis terlalu tinggi 3.2% (1), reaksi obat yang tidak diinginkan 58.1% (18) serta ketidakpatuhan 25.8% (8). Masing-masing pasien bisa mengalami lebih dari satu DTP yang dapat disebabkan lebih dari satu penyebab DTP. DTP pada pasien TB cukup tinggi, oleh karena itu apoteker sebagai pelayan kesehatan harus mengoptimalkan kinerjanya dalam mengidentifikasi, mencegah, serta mengatasi DTP. Dalam penelitian ini disarankan bagi apoteker untuk memiliki kemampuan menggali informasi untuk mengidentifikasi DTP dan bekerjasama dengan tenaga kesehatan lain.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF Kom.11/14 Fit i
Uncontrolled Keywords: CHEMOTHERAPY; TUBERCULOSIS-PATIENTS
Subjects: R Medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AWANDA AYU FITANTRI, 051011110UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorYUNITA NITA, S.Si., M.Pharm., AptUNSPECIFIED
ContributorYUNI PRIYADANI, S.Si., Apt., Sp.FRSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 03 Feb 2015 12:00
Last Modified: 24 Oct 2016 00:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10272
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item