PERAN K3RS DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS FARMASI DI RSUD Dr. R. SOSODORO DJATIKOESOEMO BOJONEGORO

SEPTIAN EFI FANA, 100510512 H (2008) PERAN K3RS DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS FARMASI DI RSUD Dr. R. SOSODORO DJATIKOESOEMO BOJONEGORO. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-efifanasep-10880-abstract-p.pdf

Download (733kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-fanaseptia-10388-fkmhkk-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sampah medis farmasi adalah sampah yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan kesehatan. Sampah medis farmasi mencakup produk farmasi, obat-obatan, vaksin, dan serum yang kadaluarsa, tumpahan dan kontaminasi yang tidak dipergunakan lagi. Sampah farmasi dapat menyebabkan dampak negatif apabila tidak dikelola dengan baik seperti gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari cara pengelolaan sampah medis farmasi di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo. Secara khusus penelitian ini bertujuan mempelajari tahapan pengelolaan sampah medis farmasi, penyediaan APD dan peran K3RS dalam pengelolaan sampah medis farmasi. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif. Data primer diambil melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Obyek penelitian adalah pengelolaan sampah medis dengan dua puluh sembilan responden (petugas pengelola). Variabel yang diteliti adalah karakteristik petugas pengelola, jenis penyediaan APD, tahapan pengelolaan sampah medis farmasi, cara kerja petugas pengelola serta peran K3RS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 75,86 % responden berumur 20-25 tahun, 96,55 % responden mempunyai pendidikan terakhir ≥ SMP 93,10 % responden mempunyai lama kerja 1-4 tahun, seluruh responden mempunyai tingkat pengetahuan yang baik. Pemisahan sampah medis farmasi dengan sampah medis lain belum berjalan dengan baik, tidak disediakan kantong plastik khusus sampah medis farmasi, sedangkan tahap pengangkutan dan pemusnahan telah berjalan dengan baik. Jenis APD yang disediakan belum lengkap. Cara kerja petugas pengelola sampah medis telah sesuai dengan prosedur kerja dan telah menggunakan APD yang telah diwajibkan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sampah medis farmasi di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo belum sesuai dengan standar yang ada. Peran K3RS yang terdiri dari pengawasan serta pendidikan dan pelatihan telah berjalan dengan baik. Disarankan kepada Rumah Sakit agar menyediakan kontainer khusus sampah medis farmasi, menyediakan sarung tangan khusus dan pakaian pelindung.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKC KK FKM HKK 49 / 08 Fan p
Uncontrolled Keywords: sampah medis farmasi dan pengelolaan
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD896-899 Industrial and factory wastes
T Technology > TX Home economics > TX901-946.5 Hospitality industry. Hotels, clubs, restaurants, etc. Food service
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja
Creators:
CreatorsEmail
SEPTIAN EFI FANA, 100510512 HUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorErwin Dyah Nawawinetu, dr., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 03 Nov 2009 12:00
Last Modified: 01 Oct 2016 05:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/22252
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item