KEAMANAN TERASI DI TINJAU DARI PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PEWARNA DAN PENGAWET SINTETIS : Studi di Pasar Besar dan Swalayan " S" Kota Probolinggo

YUSRIKA LARASWATI, 100210951 (2006) KEAMANAN TERASI DI TINJAU DARI PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PEWARNA DAN PENGAWET SINTETIS : Studi di Pasar Besar dan Swalayan " S" Kota Probolinggo. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-laraswatiy-2555-fkm136_-k.pdf

Download (345kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
24290.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Produk makanan, termasuk terasi yang beredar di pasaran harus tidak membahayakan kesehatan konsumen. Terasi yang beredar harus aman dari bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan seperti Rhodamin B dan formalin. Studi ini mempelajari penggunaan bahan tambahan pangan pewarna dan pengawet pada terasi yang beredar di pasar besar dan swalayan S di Kota Probolinggo ditinjau dari aspek keamanan makanan. Jenis penelitian adalah observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah 20 terasi yang beredar di pasar besar dan 11. terasi di swalayan "S" Kota Probolinggo yang diambil dengan cara purposif untuk mengetahui karakteristik, kelengkapan label dan jalur distribusi terasi. Sampel uji laboratorium ditentukan berdasarkan basil uji organoleptik sebelumnya. Kemudian diambil 10 sampel untuk uji pewarna dan 10 sampel uji pengawet secara random untuk mengetahui kandungan rhodamin B dan formalin. Karakteristik terasi yang beredar di Kota Probolinggo sebagian besar adalah terasi udang, berwarna merah dan coklat, berwujud padat, memiki harga antara Rp. 1500,00 - Rp.3000,00 per ons, dan menggunakan plastik sebagai bahan kemasan primer. Hasil uji laboratorium terhadap 10 sampel terasi menunjukkan bahwa 100% terasi mengandung bahan tambahan berbahaya yaitu rhodamin B dan 40% mengandung formalin. Dari terasi yang telah diketahui mengandung rhodamin B, sebagian besar (90%) berwarna merah, 50% memiliki harga jual dibawah Rp.1500,00 per ons dan 90% tidak berlabel. Sedangkan pads terasi yang telah diketahui mengandung formalin, seluruhnya memiliki harga jual dibawah Rp. 1500,00 per ons dan seluruhnya tidak berlabel. Disarankan agar dilakukan penyebarluasan informasi tentang BTP yang aman terutama pewarna dan pengawet pada terasi untuk meningkatkan pengetahuan, kepedulian serta tanggung jawab produsen, distributor dan konsumen. Serta peningkatan pengawasan yang berkelanjutan terhadap keamanan pewarna dan pengawet terasi yang beredar di Kota Probolinggo dengan melakukan survey pasar yang melibatkan berbagai pihak dan melakukan kerjasama lintas sektor terkait.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.136/06 Lar k
Uncontrolled Keywords: Terasi, rhodamin B and formalin
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3840-4375 Regulation of industry, trade, and commerce. Occupational law > K3926-3935 Food processing industries
T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
YUSRIKA LARASWATI, 100210951UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAnnis Catur Adi, Ir.,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 12 Oct 2006 12:00
Last Modified: 06 Jun 2017 17:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/24290
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item