KESANTUNAN BERBAHASA INTEROGASI POLISI PENYIDIK DI POLRESTABES SURABAYA : SEBUAH TINJAUAN PRAGMATIK

MOCHAMAD USTMAN HASJIM CHAUDY, 120710350 (2012) KESANTUNAN BERBAHASA INTEROGASI POLISI PENYIDIK DI POLRESTABES SURABAYA : SEBUAH TINJAUAN PRAGMATIK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (80kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kesantunan berbahasa dalam interogasi antara tersangka dan Polisi Penyidik memiliki suatu ciri khas yang berbeda di setiap kantor kepolisian, terutama kantor kepolisian di kota besar. Masyarakat di kepolisian merupakan komunitas yang menarik untuk diteliti. Oleh karena itu, penelitian tentang “Kesantunan Berbahasa Interogasi Polisi Penyidik di Polrestabes Surabaya” menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran wujud kesantunan berbahasa dalam interaksi antara tersangka tindak pidana dan Polisi Penyidik di Polrestabes Surabaya. Melalui pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif ditemukan bahwa kantor polisi khususnya kantor polisi resort besar di kota Surabaya merupakan komunitas yang unik. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam peneltian ini yaitu metode simak dan metode cakap. Metode analisis data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode pragmatis. Kemudian hasil data yang dianalisis tersebut disajikan secara informal yaitu dalam bentuk percakapan asli. Dari kajian teoritik diketahui bahwa latar belakang sosial dan status Polisi Penyidik sebagai power of reating peringkat kekuasaan memiliki pengaruh terhadap kesantunan berbahasa tersangka tindak pidana dan Polisi Penyidik. Dari faktor-faktor itulah dapat menghasilkan suatu wujud kesantunan berbahasa. Kesantunan berbahasa dalam interogasi antara tersangka tindak pidana dan Polisi Penyidik di Polrestabes Surabaya ditemukan dua jenis kesantunan yaitu kesantunan verbal dan kesantunan nonverbal. Selain itu, dari peneltian ini ditemukan bahwa tuturan yang lebih panjang tidak selalu dinilai lebih santun. Justru dalam komunikasi tersangka tindak pidana terhadap Polisi Penyidik, tuturan yang pendek, singkat, dan tidak banyak bicara dinilai lebih santun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.BI.07 12 Cha k
Uncontrolled Keywords: INTERROGATION
Subjects: P Language and Literature
P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania > PL5051-5497 Malayan (Indonesian) languages
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
MOCHAMAD USTMAN HASJIM CHAUDY, 120710350UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEddy Sugiri,, Drs. M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 07 Nov 2012 12:00
Last Modified: 15 Aug 2016 08:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27071
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item