PENGARUH POLA KEPEMIMPINAN DAN PERILAKU KESEHATAN TERHADAP EFEKTIVITAS KEPALA DESA (PAMBAKAL) DALAM PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT : Studi Tipologi Pemimpin di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

ACHMAD RUDIANSJAH, 099913848 D (2005) PENGARUH POLA KEPEMIMPINAN DAN PERILAKU KESEHATAN TERHADAP EFEKTIVITAS KEPALA DESA (PAMBAKAL) DALAM PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT : Studi Tipologi Pemimpin di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
gdlhub-gdl-s3-2007-rudiansjah-5379-disk12-6.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Setiap tahun terdapat lebih dari sebelas juta anak yang meninggal karena menderita sakit dan kurang gizi. Pada beberapa negara berkembang, satu atau lebih dari lima anak meninggal sebelum mencapai usia lima tahun. Tujuh dari sepuluh kematian anak di negara berkembang adalah karena menderita salah satu atau kombinasi dari lima penyakit penyebab kematian utama antara lain, pneumonia, diare, campak, malaria dan kekurangan gizi. Indonesia termasuk pada urutan ke - 45 dari beberapa negara dengan angka kematian bayi tertinggi, yang mencapai 51 kematian, Kalimantan Selatan 65 kematian untuk setiap 1000 kelahiran hidup pada tahun 1999. Upaya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung kepada adanya sarana-prasarana pelayanan kesehatan saja, tetapi juga bergantung kepada kesadaran perilaku masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Pemerintahan desa mempunyai peranan yang mendasar untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan dasar masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan, kesehatan lingkungan. kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana, perbaikan gizi, pemberantasan penyakit menular dan pengobatan sederhana. Masyarakat Banjar termasuk golongan etnis melayu sebagian besar beragama Islam dan bertempat tinggal di sekitar aliran sungai. pola interaksi sosial sistem kekerabatan atau bubuhan yang terjadi di masyarakat adalah pola paternalistik yang dipengaruhi oleh tokoh bubuhan. Kepala desa dalam budaya masyarakat Banjar dikenal dengan sebutan Pambakar sebagai simbol pemimpin pemerintahan desa. Pemimpin sebagai tokoh bubuhan diklasifikasikan menurut tipologi terdiri dari keturunan, status dan lokalitas (Ave and V.T. King, 1986; Abdurrachman, 1989; Osman, 1989; Daud, 1997). Tipologi kemampuan adalah dinamika pemimpin yang mempunyai kecerdasan pengusaan pengetahuan dan ketrampilan dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemerintahan desa, sehingga kepemimpinan di pedesaan mempunyai dimensi legitimitasi, visibilitas dan pengaruh. Efektivitas kepemimpinan kepala desa (Pambakal) dalam pengembangan UKBM dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: (a) pola sifat kepemimpinan terdiri yang terdiri dari integritas, kompetensi, konsistensi, kesetiaan, keterbukaan dan situasional orientasi hubungan, (b) pola gaya terdiri dari tipe transaksional dan transformasional serta gaya dasar pengambilan keputusan, (c) perilaku kesehatan yang terdiri dari pengetahuan, sikap dan tindakan dalam pemeliharaan kesehatan, pencarian dan penggunaan sistem atau fasilitas kesehatan dan menjaga, meningkatkan, mengendalikan kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi tipologi pemimpin kepala desa (Pambakal) dan menganalisis perbedaan pola sifat kepemimpinan, pola gaya kepemimpinan dan perilaku kesehatan antar tipologi serta menganalisis pengaruh tipologi, pola sifat kepemimpinan, pola gaya kepemimpinan dan perilaku kesehatan terhadap efektivitas kepemimpinan kepala desa (Pambakal) dalam pengembangan UKBM. Kepala desa (Parnbakal) sebagai pemimpin menurut persepsi atau pengakuan masyarakat, khususnya aparatur pemerintahan desa dan pengurus UKBM mempunyai tipologi pemimpin lokalitas (29,4%), status (28,2%), kemampuan (25,9%), dan keturunan (16,5%). Umur sebagian besar 35-45 tahun (42,35%), Tingkat pendidikan kepala desa (Parnbakal) terbanyak adalah sampai dengan sekolah lanjutan tingkat atas (92,9%), menyelesaikan pendidikan diploma dan strata satu (7,1%). Pekerjaan kepala desa (Parnbakal) sebagian besar adalah petani atau nelayan dengan teknologi sederhana (54,1%), masa jabatan yang dijalani sebagian besar ± 4-5 tahun (28,2%) dan tingkat perkembangan UKBM sebagian besar masih pada tingkat pratama. Tipologi kepala desa (Parnbakal) terdiri dari lokalitas, status kemampuan dan keturunan, tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas kepala desa (Parnbakal) dalam mengembangkan UKBM, karena masyarakat masih memiliki pola kepemimpinan tradisional, sehingga proses munculnya tipologi pemimpin tidak menjadi perhatian, yang diperlukan adalah sifat individu dalam memimpin. Pola sifat kepemimpinan, pola gaya kepemimpinan, perilaku kesehatan dan efektivitas kepemimpinan kepala desa (Parnbakal) antar tipologi lokalitas, keturunan, kemampuan dan status tidak terdapat perbedaan. Secara deskriptif keempat jenis tipologi sebagian besar mempunyai sifat kepemimpinan cukup baik (45,9%), situasional orientasi hubungan pimpinan dan bawahan (52,9%), tipe kepemimpinan transaksional (91,8%), gaya dasar pengambilan keputusan partisipasi (92,3%) dan mempunyai pengetahuan kurang (51,8%) dalam perilaku kesehatan. Pola sifat kepemimpinan terdiri dari sifat kepemimpinan dan situasional orientasi hubungan terhadap efektivitas kepemimpinan kepala desa (Parnbakal) dalam pengembangan UKBM, sebagian besar sifat kepemimpinan baik (55,3%), pada situasional orientasi hubungan keadaan baik (55,3%). Hasil analisis lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh pola sifat kepemimpinan kepala desa (Parnbakal) berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas kepemimpinan dalam Pengembangan masyarakat (F=5,267, p=0,024 dan r² =0,154), artinya faktor pola sifat kepemimpinan yang terdiri integritas, kompetensi, konsistensi, kesetiaan keterbukaan dan situasional orientasi hubungan mempengaruhi efektivitas kepala desa (Pambakal) dalam pengembangan UKBM sebesar 15,4%. Sifat individu dalam pola sifat kepemimpinan lebih dominan dari pada pola gaya dan perilaku kesehatan. Hasil penelitian ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Davis dan Newstrom (1996), Gibson (2000) yaitu bahwa efektivitas sifat kepemimpinan dapat dipandang dari perspeketif individu. Sofo (1999), pemimpin yang mempunyai nilai kepercayaan dapat menciptakan visi, misi, memotivasi. Adapun nilai kepercayaan yang diperlukan oleh seorang pemimpin tersebut menurut Morrison (2001); Bennis (1997); Osman (1994); Halidi (1984); Daudi (1980) menyatakan bahwa integritas merupakan pola perilaku seseorang yang konsisten. Lyle Spencer (1993); Byham (1996); Andersen (1999); Sofo (1999); menyatakan bahwa kompetensi dapat memberikan suatu perilaku keahlian dan pengetahuan seseorang terhadap kapasitas kecakapan dalam melaksanakan pekerjaan yang bervariasi dengan keberhasilan atau kesuksesan ketika bekerja. Keith Davis (1972); Stogdill (1974); menyatakan bahwa konsistensi adalah keandalan yang dapat diramalkan dan pertimbangan yang baik dalam menangani situasi dan merupakan dasar dari terbentuknya suatu kredibilitas atau keyakinan. Ordway Tead (1951); George R Terry (1965); mengemukakan kesetiaan merupakan wujud dari kesediaan untuk melindungi dan menyelamatkan muka seseorang merupakan sikap dan tindakan dari hubungan kemanusiaan dengan keberhasilan untuk mengakui kesalahan dan mempunyai harga diri dan kehormatan. Situasional orientasi hubungan kepala desa (Pambakal) dengan aparatur pemerintahan desa dan pengurus UKBM dalam situasi baik merupakan keadaan yang menguntungkan bagi pemimpin untuk mempengaruhi dan mengontrol kinerja bawahannya serta dapat memprediksikan akibat dari keputusan kepala desa (Pambakal) berdasarkan kepada sifat kepemimpinan cukup baik hal ini sejalan dengan pendapat Fiedler1(967); Fiedler and Chemers (1984). Kepemimpinan kepala desa (Pambakal) secara partisipatif dengan stakeholder yang lain dalam mengidentifikasi, merumuskan dan menyusun komponen masalah yang ditemukan dan penyelesaiannya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dengan memperkuat dan mengembangkan integritas, kompentensi, konsistensi, kesetiaan keterbukaan dan situasional orientasi hubungan dalam mengembangkan UKBM, tidak hanya tergantung pada petugas kesehatan dan kader kesehatan desa. Tidak ditemukan adanya pengaruh yang signifikan pola gaya dan perilaku kesehatan terhadap efektivitas kepemimpinan kepala desa (Pambakal) dalam pengembangan UKBM, pada penelitian ini dimungkinkan karena faktor pendidikan kepala desa (Pambakal) sebagian besar adalah SD (37,1%) dan SLTP (26,9%) serta sebagian besar mata pencarian adalah petani atau nelayan dengan teknologi sederhana (41,9%). Hasil penelitian dari pola sifat kepemimpinan yang berpengaruh terhadap efektivitas kepemimpinan kepala desa (Pambakal) dalam pengembangan UKBM dapat menggubah dan mengembangkan tipe kepemimpinan kepala desa (Pambakal) sebagian besar transaksional (91,76%) menjadi transformasional sebagai wujud untuk dari pelaksanaan desentralisasi kearah terciptanya tata pemerintahan desa yang baik; akuntabilitas, derajat kompetensi pejabat publik, transparansi, tumbuh dan berkembangnya partisipasi masyarakat dan organisasi kemasyarakatan yang mandiri. Pemerintah dan organisasi kemasyarakatan yang mempunyai kepentingan terhadap kepedulian kesehatan ibu dan anak dengan pengembangan UKBM di tingkat desa perlu untuk meningkatkan perilaku kesehatan para kepala desa (Pambakal) dan tokoh masyarakat yang terdiri dari pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap pemeliharaan kesehatan, pencarian dan penggunaan sistem atau fasilitas kesehatan dan kesehatan lingkungan melalui pendekatan proses pembinaan organisasi dengan memperhatikan potensi kearifan lokal antara lain tipologi pemimpin yang di miliki kepala desa. Menyikapi paradigma Indonesia sehat tahun 2010 dan UU kesehatan nomor 23 tahun 1992, pemerintahan kabupaten sesuai dengan kewenangannya harus mampu membina dan meningkatkan tenaga lokal desa yang mempunyai kompetensi dalam pendidikan kesehatan atau promosi kesehatan untuk membangun kesadaran kritis, advokasi, kemitraan dan pemberdayaan terhadap UKBM dan bermitra dengan petugas kesehatan sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K12/06 Rud p
Uncontrolled Keywords: Effectivity; Leadership; Health behaviour; Typology of Pambakal; Community Resources based Health Efforts
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD58.7-58.95 Organizational behavior, change and effectiveness. Corporate culture
R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ACHMAD RUDIANSJAH, 099913848 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHj.Rika Subarniati T, Prof.Dr.,dr.,SKMUNSPECIFIED
ContributorWidodo J.Pudiirahardjo, dr.,M.S.,MPH.,Dr.PHUNSPECIFIED
ContributorRacbmat Hargono, Dr.,dr.,M.S.,MPHUNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 30 Aug 2016 06:59
Last Modified: 16 Jun 2017 19:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32134
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item