PENGARUH KEMAMPUAN INDIVIDU DAN KEPUASAN IMBALAN SERTA KARAKTERISTIK ANGGARAN TERHADAP KINERJA MANAJER PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERKEBUNAN BESAR DI KALIMANTAN BARAT

HARYONO, - (2005) PENGARUH KEMAMPUAN INDIVIDU DAN KEPUASAN IMBALAN SERTA KARAKTERISTIK ANGGARAN TERHADAP KINERJA MANAJER PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERKEBUNAN BESAR DI KALIMANTAN BARAT. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Istilah pusat pertanggungjawaban dapat diartikan setiap unit kerja dalam organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab. Setiap unit organisasi akan merupakan pusat pertanggungjawaban jika manajer mengepalai unit tersebut dan bertanggungjawab atas kegiatan unit tersebut. Berdasarkan tolok ukur masukan dan keluaran, pusat pertanggungjawaban dapat dikelompokkan kedalam empat jenis, yaitu : pusat pendapatan (revenue center), pusat biaya (expense center), pusat laba (profit center) dan pusat investasi (investment center). Pusat pendapatan (revenue center), ditemui di bagian pemasaran. Anggaran atau target penjualan telah dipersiapkan atau direncanakan terlebih dahulu, kemudian hasil nyata dari seluruh kegiatan tersebut dibandingkan dengan nilai tertentu yang telah ditetapkan dalam anggaran. Pusat biaya (expense center) adalah pusat pertanggungjawaban, ditemui pada bagian produksi. Kinerjanya diukur atas dasar masukan yang diproses, atau biaya yang dikeluarkan untuk memproses faktor produksi. Keberhasilan prestasi kerja para manajer dari pusat biaya ini dinilai atas dasar seberapa jauh mereka dapat menjaga agar biaya nyata dari kegiatan-kegiatan mereka selalu sama, atau bahkan berada dibawah tingkat biaya standar yang telah ditetapkan dalam anggaran sebelumnya. Pusat laba (profit center), adalah pusat pertanggungjawaban, sistem pengendalian manajemen mengukur baik masukan maupun keluaran dengan nilai uang, artinya masukan diukur dalam bentuk biaya (harga perolehan) dan keluaran dalam bentuk pendapatan (hasil penjualan). Sedang pada pusat investasi (investment center) sistem pengendalian manajemen tidak hanya mengukur masukan dan keluaran dengan nilai uang tetapi juga mengukur investasi yang digunakan pada pusat pertanggungjawaban tersebut. Model kajian pada studi ini dibentuk atas dasar akumulasi teori dari Dimmich (1978) dan Zajack (1990) mengenai seleksi pegawai, Rusell (1985) dan McNerney (1995) mengenai pelatihan, Zajack (1990) mengenai sistem penghargaan, Umar Nimran (1989) mengenai pengalaman kerja, model imbalan dari Gibson (1996), Snell (1995) mengenai kemampuan dan kepuasan imbalan, teori tentang motivasi manusia yang dikemukakan oleh Maslow (1943), karakteristik anggaran dari Izzettin (1979), Anthony (1989) dan penelitian dari Haryono (1995), serta kualitas kinerja dari Lewis (1955) dan Lopez (1982). Model kajian ini meliputi tiga pusat pertanggungjawaban, yang terdiri dari pusat pendapatan, pusat biaya dan pusat laba yang masing-masing terdiri dari tiga belas variabel yaitu variabel kemampuan, keterampilan, pengalaman, kepuasan imbalan ekstrinsik, kepuasan imbalan intrinsik, kepuasan imbalan non tradisional, partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran, umpan balik anggaran, tingkat kesulitan anggaran, evaluasi anggaran, keadilan anggaran dan kinerja manajer. Populasi dalam penelitian ini adalah para manajer pusat pertanggungjawaban pada perusahaan sub sektor perkebunan di Kalimantan Barat, yaitu direktur utama mewakili pusat laba, manajer pemasaran mewakili pusat pendapatan, dan manajer produksi mewakili pusat biaya. Dengan menggunakan analisis regresi dan korelasi akhirnya dihasilkan temuan sebagai berikut : 1. Pusat Laba. 1.1. Secara bersama-sama, kemampuan, keterampilan, pengalaman, kepuasan imbalan ekstrinsik, kepuasan imbalan intrinsik, kepuasan imbalan non tradisional, partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran, umpan balik anggaran, tingkat kesulitan anggaran, evaluasi anggaran dan keadilan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajer pusat laba pada perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat. 1.2. Secara parsial, variabel kepuasan imbalan intrinsik (berwujud peluang penyelesaian tugas, peluang pencapaian tujuan yang menantang, otonomi, serta pertumbuhan pribadi) mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajer pusat laba pada perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat. 2. Pusat Pendapatan. 2.1. Secara bersama-sama, kemampuan, keterampilan, pengalaman, kepuasan imbalan ekstrinsik, kepuasan imbalan intrinsik, kepuasan imbalan non tradisional, partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran, umpan balik anggaran, tingkat kesulitan anggaran, evaluasi anggaran dan keadilan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajer pusat pendapatan pada perusahaan perkebunan di kalimantan Barat. 2.2. Secara parsial, variabel keterampilan individu mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajer pusat pendapatan pada perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat. 3. Pusat Biaya. 3.1. Secara bersama-sama, kemampuan, keterampilan, pengalaman, kepuasan imbalan ekstrinsik, kepuasan imbalan intrinsik, kepuasan imbalan non tradisional, partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran, umpan balik anggaran, tingkat kesulitan anggaran, evaluasi anggaran dan keadilan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajer pusat biaya pada perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat. 3.2. Secara parsial, variabel pengalaman individu mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja manajer pusat pada perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat. 4. Atas dasar temuan-temuan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa mekanisme-mekanisme yang ada dalam kemampuan individu, kepuasan imbalan dan karakteristik anggaran tidak dijalankan secara penuh oleh perusahaan-perusahaan sub sektor perkebunan besar di Kalimantan Barat.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK E 07/04 Har p Tidak ada file
Uncontrolled Keywords: individual capability, individual skill, individual experience, rewards satisfaction, extrinsic rewards satisfaction, intrinsic rewards satisfaction, budget characteristics, manager\s performance, responsibility center
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD58.7-58.95 Organizational behavior, change and effectiveness. Corporate culture
S Agriculture > SB Plant culture > SB1-1110 Plant culture
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
HARYONO, -UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorV. Henky Supit, -UNSPECIFIED
ContributorUmar Nimran, -UNSPECIFIED
ContributorParwoto Wignjobartojo, -UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 13 Oct 2016 07:39
Last Modified: 26 Oct 2016 05:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32229
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item