STATUS ANAK ANGKAT ATAS HARTA PENINGGALAN ORANG TUA ANGKAT MENURUT HUKUM ISLAM

HERDY SYAFRUDIN S YUSWAN, 031042025 (2012) STATUS ANAK ANGKAT ATAS HARTA PENINGGALAN ORANG TUA ANGKAT MENURUT HUKUM ISLAM. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2013-yuswanherd-23395-5.abstr-t.pdf

Download (160kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2013-yuswanherd-23395-13full.pdf
Restricted to Registered users only

Download (522kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sengketa dalam masalah pembagian waris disebabkan banyak hal, ada yang karena pembagiannya dirasa tidak adil, ada yang disebabkan karena tidak mengerti hukum yang mengaturnya, bahkan dengan banyaknya hukum waris menyebabkan perbedaan tentang sistem hukum yang digunakan dalam pembagian waris tersebut. Sengketa perselisihan pembagian waris ini bisa membawa dampak buruk bagi ahli waris yang ditinggalkan, karena berebut harta waris hubungan kekeluargaan di antara ahli waris ini bisa rusak atau memutuskan hubungan kekeluargaan di antara ahli waris. Tesis ini memfokuskan pada permasalahan keabsahan anak angkat dan hak-haknya dalam pembagian waris ditinjau berdasarkan hukum Islam. Hasil yang didapat dalam pembahasan ini adalah bahwa pengangkatan Sunardi sebagai anak angkat adalah sah menurut hukum, meskipun pengangkatan anak tersebut tidak dimohonkan penetapan pada pengadilan untuk mendapatkan suatu jaminan kepastian hukum. Pengangkatan anak dengan mengajukan permohonan dapat dilakukan kapan saja dengan bukti berupa saksi-saksi di persidangan, maka pemohon dapat mengajukan permohonan pengangkatan anak dan hasilnya adalah penetapan pengadilan sebagai bukti sah mengenai asal-usul anak tersebut. Sunardi sebagai anak angkat berhak atas harta peninggalan orang tua angkat menurut Hukum Islam, meskipun dalam KHI pengangkatan anak dibuktikan dengan penetapan pengadilan. Bukti penetapan pengadilan tersebut didasarkan atas niat orang tua angkat mengangkat anak tersebut yaitu untuk memberikan kesejahteraan bukan karena adanya penetapan pengadilan. Sebagai anak angkat maka menurut hukum Islam, mendapatkan wasiat wajibah sebagaimana Pasal 209 ayat (3) KHI dari harta peninggalan orang tua angkatnya bukan sebagai ahli waris, karena anak angkat tidak ada hubungan darah dengan pewaris sebagaimana ditentukan dalam Pasal 174 KHI.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK - 2 TH 53 / 12 Yus s
Uncontrolled Keywords: Inheritance, foster child, will wajibah
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV701-1420.5 Children
K Law > KB Religious law in general
K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB632-636.2 Inheritance and succession
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
HERDY SYAFRUDIN S YUSWAN, 031042025UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAFDOL, Prof., Dr., S.H., MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 2016
Last Modified: 11 Oct 2016 04:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/36900
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item