KEKUATAN MENGIKAT PRELIMINARY AGREEMENT

RIZKY PUTRI MAHARANI, 030942121 N (2011) KEKUATAN MENGIKAT PRELIMINARY AGREEMENT. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s2-2011-maharaniri-21257-tmk148-k.pdf

Download (306kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s2-2011-maharaniri-17859-tmk148-1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (567kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kontrak sebagai suatu proses, biasanya terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pra kontrak, tahap penutupan kontrak dan tahap pasca (pelaksanaan) kontrak. Di dalam fase pra kontrak terjadi kesepakatan tentang hal-hal pokok sebagai dasar negosiasi. Biasanya berbentuk Letter of Intent (LoI), Memorandum of Understanding (MoU), Kesepakatan Bersama, Nota Kesepakatan maupun Nota Kesepahaman. Istilah MoU dan LoI diintrodusir dari bentuk-bentuk kontrak yang berlaku di negara-negara yang mempunyai sistem common law, sepeti Inggris dan Amerika Serikat. Di negara common law sendiri, bentuk kontrak ini disebut sebagai preliminary agreement. Preliminary Agreement yang juga disebut sebagai Perjanjian Pendahuluan atau Pactum de Contrahendo merupakan perjanjian yang digunakan sebagai pendahuluan untuk mengadakan perjanjian lain yang lebih pasti. Jenis perjanjian ini biasanya digunakan oleh para pihak pada saat atau setelah melakukan negosiasi tetapi belum sampai pada momen penutupan kontrak. Perjanjian yang tidak terlalu formal ini dintrodusir ke dalam sistem hukum Belanda (yakni dalam BW) oleh Rudlof Von Jhering pada tahun 1906. Sejak itulah beragam jenis preliminary agreement bermunculan dalam praktik dengan nama yang berbedabeda sekalipun esensinya sama. Dalam beberapa kasus penggunaan jenis perjanjian ini mengandung inkonsistensi bahkan masih menimbulkan kontroversial mengenai kekuatan mengikatnya. Melalui penulisan tesis ini, penulis menganalisis karakteristik dari preliminary agreement ditinjau dari sistem hukum perjanjian di Indonesia sehingga dapat diketahui keabsahan serta tanggung gugat para pihak dalam penggunaan preliminary agreement.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK 148 / 11 Mah k
Uncontrolled Keywords: preliminary agreement, binding force, liability.
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1024-1132 Commercial contracts
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K524-525 Treaties and other international agreements
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RIZKY PUTRI MAHARANI, 030942121 NUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorY. Sogar Simamora, Prof.,Dr.,S.H.,M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 30 Jun 2016 02:31
Last Modified: 30 Jun 2016 02:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/38175
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item