PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KELOR DAN TEPUNG KECAMBAH KEDELAI TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK, KADAR PROTEIN, ZAT BESI, DAN NILAI EKONOMI COOKIES BAGI BALITA KEP

YULIA KURNIA SARI, 101411123117 (2017) PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KELOR DAN TEPUNG KECAMBAH KEDELAI TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK, KADAR PROTEIN, ZAT BESI, DAN NILAI EKONOMI COOKIES BAGI BALITA KEP. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (84kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FKM. 67-17 Sar p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (942kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Balita merupakan salah satu kelompok umur yang mudah mengalami masalah gizi terutama KEP. Balita yang secara kronis terkena KEP akan mengalami penurunan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, oleh karena itu perlu adanya penanggulangan KEP salah satunya dengan memberikan PMT pemulihan pada fase rehabilitasi. PMT pemulihan harus memenuhi 1/3 AKG. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan tepung kecambah kedelai (Glycine max L. Merrill) terhadap mutu organoleptik, kadar protein, zat besi, dan nilai ekonomi cookies untuk balita KEP fase rehabilitasi. Penelitian pada tahap pengembangan formula menggunakan jenis penelitian eksperimental murni, sedangkan pada uji organoleptik menggunakan eksperimental semu dengan rancangan acak lengkap dan 3 kali replikasi pada formula cookies. Penelitian pendahuluan dilakukan oleh 4 orang panelis terbatas dan penelitian lanjutan dilakukan oleh 30 orang panelis tidak terlatih dan 30 orang panelis balita. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif dan analisis viitatistic untuk mengetahui adanya perbedaan daya terima dengan uji Kruskal Wallis dan uji Mann Whitney (α≤ 0,05). Perhitungan formula optimasi berdasarkan mutu organoleptik, nilai gizi, dan nilai ekonomi menunjukkan bahwa formula F1 (cookies substitusi tepung daun kelor dan tepung kecambah kedelai) merupakan formula terbaik. Hasil uji organoleptik menunjukkan formula cookies yang paling disukai oleh panelis adalah F1. Hasil uji laboratorium terhadap nilai energi, kadar protein dan zat besi per 100 gram cookies secara berturut-turut adalah 255,00 Kal, 9,00 g, dan 3,88 mg. Food cost terendah adalah F1 sebesar Rp 1.888,00, sedangkan nilai ekonomi per gram zat gizi adalah energi (Rp 8,82,00), protein (Rp 424,00), dan zat besi (Rp1.510,00). Hasil uji statistik Kruskal Wallis menunjukkan terdapat perbedaan pada karakteristik warna (p=0,000), aroma (p=0,000), tekstur (p=0,000) dan rasa (p=0,000).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 67-17 Sar p
Uncontrolled Keywords: cookies, kelor, kecambah kedelai, PMT
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3840-4375 Regulation of industry, trade, and commerce. Occupational law > K3926-3935 Food processing industries
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
YULIA KURNIA SARI, 101411123117UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAnnis Catur Adi, Dr. , Ir. M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 18 Jul 2017 22:23
Last Modified: 18 Jul 2017 22:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/59108
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item