PENGARUH KOMBINASI NaOH DAN SUHU BERBEDA TERHADAP NILAI DERAJAT DEASETILASI KITOSAN DARI CANGKANG KERANG KAMPAK (Atrina pectinata)

ANGGUN NURANI CITROWATI, 141211132124 (2016) PENGARUH KOMBINASI NaOH DAN SUHU BERBEDA TERHADAP NILAI DERAJAT DEASETILASI KITOSAN DARI CANGKANG KERANG KAMPAK (Atrina pectinata). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
PK BP 11 -17 Cit p - Abstrak.pdf

Download (172kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
PK BP 11 -17 Cit p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kerang kampak (Atrina pectinata) adalah jenis kerang komoditas perikanan Indonesia yang mengalami kenaikan permintaan tiap tahun. Berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2013, jenis kerang tersebut merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang paling banyak didapatkan oleh nelayan Surabaya yaitu sebesar 331,3 ton. Kerang kampak yang dikonsumsi akan menghasilkan limbah padat berupa cangkang kerang. Secara umum, limbah cangkang kerang memiliki kandungan kitin yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut menjadi produk bernilai tinggi yaitu kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perlakuan terbaik dari kombinasi NaOH dan suhu berbeda terhadap nilai derajat deasetilasi kitosan yang dihasilkan dari cangkang kerang kampak. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua kombinansi faktor perlakuan yaitu konsentrasi NaOH (50%, 55% dan 60%) dan suhu (100oC dan 130oC) dengan tiga ulangan. Analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwakombinasiNaOHdansuhupada proses deasetilasi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai derajat deasetilasikito-san. Perlakuan kombinasi NaOH 55% dan suhu 100oC merupakan perlakuan yang cukup baik dalam menghasilkan kitosan dari cangkang kerang kampak yang menghasilkan nilai derajat deasetilasi sebesar 71,70%, rendemen sebesar 47,25%, kadar abu sebesar 84,32% dan kadar air sebesar 0,25%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kerang kampak kurang optimal untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam produksi kitosan karena masih memiliki kadar abu yang tinggi. Perlu dilakukan pencarian bahan baku kitosan dari limbah cangkang kerang jenis lain yang memiliki kadar abu yang lebih rendah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK BP 11-17 Cit p
Uncontrolled Keywords: Chitosan ; Pen Shells (Atrina pectinata)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334.9-336.5 Fishery processing
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH365-380.92 Shellfish fisheries. Shellfish culture
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
ANGGUN NURANI CITROWATI, 141211132124UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWoro Hastuti Satyantini, Dr. , Ir., M.Si.UNSPECIFIED
ContributorGunanti Mahasri, Dr., Ir., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 25 Jul 2017 16:48
Last Modified: 25 Jul 2017 16:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/59475
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item