PENERJEMAHAN DEIKSIS PERSONA DARI BAHASA MADURA KE DALAM BAHASA INDONESIA DALAM BUKU CARETA RA'YAT MADHURA

DWI LAILY SUKMAWATI, 121414253001 (2017) PENERJEMAHAN DEIKSIS PERSONA DARI BAHASA MADURA KE DALAM BAHASA INDONESIA DALAM BUKU CARETA RA'YAT MADHURA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
TIL 11-17 Suk p Abstrak.pdf

Download (114kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
TIL 11-17 Suk p Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 7 December 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penerjemahan deiksis persona bahasa Madura ke dalam bahasa Indonesia berdasarkan variasi dialek dan variasi tingkat tutur. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan teknik penerjemahan deiksis persona dari bahasa Madura ke dalam bahasa Indonesia dama buku Careta Ra’yat Madhura. Kajian penerjemahan deiksis persona ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Untuk pengumpulan data menggunakan teknik daftar pustaka, yaitu dengan memanfaatkan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh data. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku Careta Ra’yat Madhura, terjemahan cerita rakyat dari bahasa Madura ke dalam bahasa Indonesia jilid 1—4 terbitan PT. Dian Rakyat Indonesia tahun 2012. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerjemahan deiksis persona bahasa Madura dipengaruhi oleh variasi dialek dan variasi tingkat tutur. Bentuk deiksis persona yang muncul akibat variasi dialek, antara lain: 1) persona pertama: sengko’, engko’ (tunggal), dan kana’ (jamak), 2) persona kedua: kake(h), seda(h), ba’na, aba’na (tunggal) dan ba’na, ba’na kabbhi (jamak), serta 3) persona ketiga: aba’na, orengnga, jiya, na’-kana’ (tunggal) dan reng-oreng, se kaduwa, dan aba’na (jamak). Bentuk deiksis persona yang muncul akibat variasi tingkat tutur,, antara lain: deiksis persona pertama, meliputi Enja’-Iya (E-I): sengko’, engko’ (tunggal), kana’ ‘kita’ (jamak); Engghi-Enten (E-E): kaula (tunggal), Engghi-Bhunten (E-B): bhadhan kaula, dhan kaula, dhalem. Deiksis persona kedua: Enja’-Iya (E-I): kake(h), seda(h), ba’na, aba’na (tunggal) ‘kamu’, sengko’ bi’ ba’na, ba’na kabbhi, kake(h) (jamak) ‘kalian semua’, Engghi-Enten (E-E): sampeyan (tunggal) ‘kamu’, Engghi-Bhunten (E-B): ajunan, ajunan dhalem, panjhennengngan (tunggal) ‘kamu, beliau, paduka’. Deiksis persona ketiga: Enja’-Iya (E-I): aba’na, orengnga, jiya, na’-kana’na (tunggal) ‘ia/dia/dirinya’, rengoreng, aba’na, se kaduwa (jamak) ‘mereka’. Engghi-Enten (E-E): salerana (tunggal). Engghi-Bhunten (E-B): panjhennengnganna. Sementara dari 18 teknik penerjemahan terdapat enam teknik penerjemahan yang digunakan, antara lain: 1) amplifikasi dengan frekuensi kemunculan 57 kali (25,7%), 2) pengurangan dengan frekuensi kemunculan 8 kali (3,6%), 3) transposisi dengan frekuensi kemunculan 22 kali (9,9%), 4) partikularisasi dengan frekuensi kemunculan 24 kali (10,8%), 5) kesepadanan lazim dengan frekuensi kemunculan 137 kali (61,7%), dan 6) generalisasi dengan frekuensi kemunculan 9 kali (4,1%).

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK2 TIL.11/17 Suk p
Uncontrolled Keywords: Teknik Penerjemahan, Deiksis Persona, Bahasa Madura.
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P306-310 Translating and interpreting
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsEmail
DWI LAILY SUKMAWATI, 121414253001UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRochayah Machali, Dr. , Drs., M.AUNSPECIFIED
ContributorRetno Wulandari Setyaningsih, S.S., M.I.T.SUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol2 2
Date Deposited: 08 Jan 2018 19:00
Last Modified: 08 Jan 2018 19:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/67418
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item