PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN INTEGRASI BALANCED SCORECARD, MBNQA VERSI SEKTOR JASA DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (STUDI KASUS PADA PT. X SEBAGAI KONTRAKTOR REKANAN PLN)

RIDWAN SUWIGNJO, 040610258 (2011) PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN INTEGRASI BALANCED SCORECARD, MBNQA VERSI SEKTOR JASA DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (STUDI KASUS PADA PT. X SEBAGAI KONTRAKTOR REKANAN PLN). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2011-suwignjori-19909-b1911-k.pdf

Download (334kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-suwignjori-16689-b1911-p-min.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Mengingat pesatnya persaingan di dunia penyedia jasa konstruksi, mengakibatkan perusahaan mendapatkan tantangan yang berat untuk selalu menemukan cara agar dapat mengoptimalkan sumber daya yang mereka miliki. Terlebih lagi pada era globalisasi ini, peran pengaturan manajemen sangat dominan atau vital didalam setiap aktivitas yang bertujuan pada keefektifan dan keefisiensian. Berbagai macam strategi dapat diterapkan oleh perusahaan untuk memenangkan persaingan yang terjadi. Proses perencanaan strategi memang penting, terlebih penting lagi terletak pada proses implementasi strategi tersebut. Pada proses implementasi strategi diperlukan sebuah alat untuk mengidentifikasi tingkat kemajuan kinerja implementasi strategi pada perusahaan yang sering dinamakan proses pengukuran kinerja (performance measurement). Proses implementasi strategi organisasi harus dapat menerjemahkan visi, misi, dan tujuan perusahaan menjadi bentuk jadwal kegiatan yang dapat dimengerti oleh semua pihak dalam perusahaan. Salah satu cara yang paling populer adalah balanced scorecard (BSC). Keunggulan proses BSC memiliki kelebihan untuk mengidentifikasi hubungan sebab akibat antar strategi yang diterapkan organisasi. Yang menjadi kelemahan metode BSC, adalah tidak dapat mengidentifikasi tingkat prioritas antar strategi di dalam perusahaan tersebut. Untuk mengatasi permasalahan yang menjadi kelemahan metode BSC, akan dipergunakan proses pembobot strategi tersebut dengan metode analytic hierarchy process (AHP). Dengan menggabungkan metode BSC dan pembobotan AHP, maka perusahaan akan dapat memberikan sebuah prioritas kepentingan pada proses implementasi strategi yang telah ditetapkan. Kedua metode tersebut 11 tidaklah cukup untuk dapat mengukur kinerja perusahaan pada waktu proses implementasi strategi perusahaan. Kekurangan yang dihadapi adalah tidak dapat mengidentifikasi variable-variable apa saja yang dapat mendukung proses implementasi strategi tersebut. Untuk menutupi kelemahan tersebut akan dipergunakan proses tabulasi dengan menggunakan house of quality (HOQ). Hasil BSC akan dibandingkan dengan MBNQA versi jasa agar dapat membentuk sebuah hubungan prioritas kepentingan dan tingkat pengaruh dengan alat HOQ. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah proses evaluasi kinerja baru dengan menggunakan integrasi BSC dan MBNQA kedalam HOQ. Pada proses evaluasi kinerja ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang hubungan sebab akibat antar strategi yang diterapkan organisasi, dapat mengidentifikasi tingkat prioritas antar strategi tersebut dan mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan organisasi dalam mengimplementasi strategi tersebut. Bila teknik pengukuran kinerja perusahaan dapat menyediakan informasi ketiga hal tersebut, maka akan meningkat proses evaluasi perusahaan dalam mengimplementasi strategi organisasi yang secara otomatis akan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan. Dalam penerapan pada PT. X, dapat diambil kesimpulan bahwa tema strategi yang dijadikan prioritas pertama adalah tema strategi keuangan dan internal bisnis proses. Dalam tema strategi tersebut yang menjadi prioritas adalah Strategy Objective “Meningkatkan Penerimaan Pelanggan Baru” pada tema strategi keuangan dan Strategy Objective “Mengurangai Komplain Pelanggan” sektor manufaktur pada tema strategi pelanggan. Pada kenyataannya, implementasi yang dilakukan oleh PT. X menunjukan sebuah ketidak konsisten. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa tema strategi keuangan menunjukan kinerja paling terendah. Setelah di tinjau lebih jauh hal ini disebabkan karena Startegy Objective “efisiensi dan efektifitas penggunaan aset” memiliki nilai paling terendah. Sehingga PT. X perlu diadakah sebuah perbaikan dalam pengolahan aset. Saran yang diberikan adalah lebih dimanfaatkannya aset yang belum produksi selama masa menunggu dengan di dirikannya divisi baru berupa persewaan alat berat. Dari hal ini diharapkan dapat menunjang penerimaan PT. X yang nantinya dipergunakan untuk biaya perbaikan sehari-hari

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 B19/11 Suw p
Uncontrolled Keywords: balance score card
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD30.28 Strategic planning
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD9980.5 Service industries
Q Science > QA Mathematics > QA76.9.S88 System analysis and System design
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
RIDWAN SUWIGNJO, 040610258UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHj. Indrianawati Usman, Dr., S.E., M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Date Deposited: 27 Sep 2011 12:00
Last Modified: 18 Jul 2017 19:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8073
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item