Minan Jauhari (2021) Dialektika Ideologi Khilafah Dan Politik Kebangsaan Dalam Ruang Publik Siber. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (173kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf Download (259kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf Download (209kB) |
|
|
Text (BAB I)
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (357kB) |
|
|
Text (BAB II)
5. BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI.pdf Restricted to Registered users only until 22 March 2024. Download (550kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
6. BAB III METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only until 22 March 2024. Download (915kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
7. BAB IV LOKUS STUDI MEDIA KOMUNITAS.pdf Restricted to Registered users only until 22 March 2024. Download (891kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
8. BAB V EKSPRESI KHILAFAH.pdf Restricted to Registered users only until 22 March 2024. Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB VI)
9. BAB VI DIALEKTIKA IDEOLOGI KHILAFAH.pdf Restricted to Registered users only until 22 March 2024. Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB VII)
10. BAB VII PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only until 22 March 2024. Download (280kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (272kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
12. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only until 22 March 2024. Download (662kB) | Request a copy |
|
|
Text (PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI)
13. PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Registered users only Download (30kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab bagaimana proses dialektika ideologi khilafah dan politik kebangsaan yang terjadi dalam ruang public siber, apakah prosesnya dapat menghasilkan konsensus tunggal, atau justru menjadi pemicu terjadinya konflik diantara komunitas keagamaan. Penelitian ini berangkat dari realitas siber yang banyak menampilkan terjadinya perdebatan ideologi khilafah dan politik kebangsaan diantara komunitas keagamaan (Islam). Satu sisi banyak ditampilkan narasi khilafah melalui media komunitas dakwah Islam kaffah yangdipahami sebagai ajaran Islamdan wajib untuk dilaksanakan bagi umat muslim, namun disisi yang lain, melalui media komunitas keagamaan siber organisasi Nahdlatul Ulama (NU) narasi kontra atas ide khilafah juga banyak ditampilkan dengan memberikan penegasan bahwa pemahaman khilafah tersebut bertentangan dengan politik kebangsaan yang telah dibingkai dalam Negara Kesatuan Republic Indonesia (NKRI), berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Studi ini menggunakan perspektif “Ruang PublicSiber, pengembangan teori dari Ruang PublikHabermas”, dalam upaya mengkaji dan memahami proses dialektika yang sedang ditampilkan oleh komunitas keagamaan. Dipahami bahwa ruang publik siber sesungguhnya dapat berfungsi sebagai public sphere, ruang diskrusif, dan sebagai saluran bertemunya wacana, sehingga dapat tercipta interaksi antar komunitas keagamaan. Secara khusus penelitian ini menjawab beberapa pertanyaan penelitian, antara lain: bagaimana gagasan Khilafah dan politik kebangsaan sebagai pendapat public diekspresikan melalui media komunitas dakwah Islam kaffah dan media komunitas organisasi NU? danbagaimana dialektika ideology khilafah dan politik kebangsaan berlangsung secara deskursif dalam ruang public siber sehingga terbangun demokrasi deliberatif? Studi ini menggunakan pendekatan analisis percakapan,dimaksudkanuntuk menguraikan bagaimana diskursus ideology khilafah dan politik kebangsaan ditampilkan melalui media komunitas keagamaan siber, selain itu menguraikan bagaimana penalaran publik dilakukan oleh masing-masing komunitas keagamaan.Praktiknya dalam analisis percakapan ini mendasarkan pada teks dalam media sosial yang dipahami sebagai sebuah aktivitas percakapan, sehingga dapat menunjukkan bagaimana argumentasi dan gagasan, termasuk jalinan antar peserta yang terlibat baik berupa alih tutur, sekuensi gagasan, bahkan hingga identitas para peserta yang ditampilkan dalam percakapandiantara komunitas keagamaan. Hasil penelitian ini menghasilkan enam proposisi, antara lain Pertama, ide khilafah sebagaimana diekspresikan melalui media komunitas media dakwah Islam kaffah diklaim sebagai bagian dari pendapat public, dan menjadi alternative sistem yang ditawarkan agar dapat menjamin terlaksananya syariat islam. Kedua, narasi tentang ideologi kebangsaan sebagai bangsa yang berada dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, banyak diekspresikan melalui media komunitas organisasi NU. Narasi ini dimaksudkan sebagai narasi kontra dan penolakannya terhadap ide khilafah yang ditampilkan melalui media komunitas dakwah Islam kaffah. Ketiga, Dialektika Ideologi Komunitas Keagamaan yang berlangsung dalam ruang ruang public siber ini ditandai oleh beberapa isu-isu penting, diantaranya perdebatan antara khilafah sebagai ajaran Islam atau sebagai fakta sejarah, perdebatan antara stigmatisasi dan radikalisme, perdebatan/diskursus pilihan antara khilafah atau NKRI harga mati. Keempat, Dalam proses dialektika ini diwarnai dengan adanya pertarungan opini yang berorientasi pada opini keagamaan dan opini kebangsaan. Salah satunya ditandai dengan narasi dan percakapan yang saling memperebutkan pemaknaan terhadap terma keagamaan tertentu, seperti “dakwah Islam”. Satu sisi materi dakwah Islam harus difokuskan pada kepentingan dakwah khilafah, namun disisi yang lain dakwah Islam difokuskan pada penguatan keagamaan Islam sekaligus memperkokoh persatuan bangsa dalam bingkai NKRI. Kelima, Upaya penalaran public dalam diskursus khilafah dan politik kebangsaan pada ruang public siber ini juga membuka ruang consensus yang ditandai dengan percakapan yang ditampilkan dengan cara memberikan argumentasi dan alasan-alasan yang lebih rasional, sehingga struktur interaksi yang terjadi terkesan berlangsung secara lebih dewasa dan demokratik. Keenam perdebatan yang terekspresikan dalam ruang public siber ini juga menjadi tantangan bagi bangunan demokrasi di Indonesia, hal ini dapat didasarkan pada tampilan perdebatan yang terjadi dan tampil melalui media komunitas siber masing-masing komunitas juga berlangsung dengan tidak terjadinya titik temu dan menjadi perdebatan yang berkepanjangan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 Dis.S.08-21 Jau d | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Dialektika, Ideologi Khilafah, Politik Kebangsaan dan Ruang Publik Siber. | |||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HS Societies secret benevolent etc > HS1-3371 Societies: secret, benevolent, etc. > HS1501-2460.7 Other societies. By classes > HS2301-2460.7 Political and "patriotic" societies | |||||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Doktor Ilmu Sosial | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | |||||||||
| Date Deposited: | 22 Mar 2021 05:44 | |||||||||
| Last Modified: | 22 Mar 2021 05:44 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/105015 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


