Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Dalam Pembelian Agunan Sementara

Denita Cahyanti Wahono (2021) Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Dalam Pembelian Agunan Sementara. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
1. Halaman Judul.pdf

Download (314kB)
[img] Text
2. Abstrak.pdf

Download (315kB)
[img] Text
3. Daftar Isi.pdf

Download (145kB)
[img] Text
4. Bab 1.pdf

Download (198kB)
[img] Text
5. Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only until 14 April 2024.

Download (626kB) | Request a copy
[img] Text
6. Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only until 14 April 2024.

Download (326kB) | Request a copy
[img] Text
7. Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only until 14 April 2024.

Download (25kB) | Request a copy
[img] Text
8. Daftar Bacaan.pdf

Download (164kB)
[img] Text
TMK.45-21-Kesediaan Publikasi Tesis Denita - denita cahyanti.pdf
Restricted to Registered users only

Download (240kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Agunan merupakan salah satu syarat yang akan diminta oleh bank dalam memberikan kredit dengan tujuan bahwa agunan tersebut menjamin pelunasan kredit apabila debitor wanprestasi. Dalam kasus kredit macet, maka bank memiliki opsi untuk melakukan penyelesaian kredit dengan pembelian agunan sementara melalui AYDA. Pembelian agunan tersebut didasarkan pada Pasal 12A UU Perbankan yang memberikan kewenangan bagi bank melakukan pembelian agunan baik melalui lelang atau di luar lelang dengan tujuan menekan kredit bermasalah. Dalam melakukan pembelian agunan maka timbul kewajiban bagi bank untuk membayar BPHTB dikarenakan adanya peralihan hak atas agunan berupa tanah dan/atau bangunan sebagaimana diatur dalam Pasal 91 UU 28/2009 yang mewajibkan lunasnya BPHTB sebelum dilakukan penandatangan akta atau dokumen peralihan hak. Adanya ketidakjelasan mengenai saat terutangnya BPHTB dalam pembelian agunan sementara menjadi penting untuk dibahas karena menjadi dasar penentuan besarnya sanksi administrasi perpajakan. Melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep maka diperoleh kesimpulan bahwa BPHTB terutang dalam pembelian agunan sementara adalah pada saat dilakukannya penandatanganan akta jual beli untuk pembelian di luar lelang dan pada saat bank ditunjuk menjadi pembeli sebenarnya dalam pembelian melalui lelang. Bank sebagai pembeli yang dirugikan dengan dikeluarkannya SKPD dapat melakukan upaya hukum melalui keberatan, banding, dan peninjauan kembali atas SKPD tersebut.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TMK 45/21 Wah b
Uncontrolled Keywords: Collateral Temporary Purchase, BPHTB, AYDA, Bank, Bad Credit
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG1501-3550 Banking > HG1641-1643 Bank loans. Bank credit. Commercial loans
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM
Denita Cahyanti WahonoNIM031914253041
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorTrisadini Prasastinah Usanti, -NIDN0026026701
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 14 Apr 2021 12:40
Last Modified: 14 Apr 2021 12:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/105561
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item