Akibat Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/Puu-Xvii/2019 Terhadap Kewajiban Penyerahan Benda Jaminan Fidusia Dalam Rangka Pelaksanaan Eksekusi Jaminan Fidusia

Hansen Edbert Holsen, S.H. (2021) Akibat Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/Puu-Xvii/2019 Terhadap Kewajiban Penyerahan Benda Jaminan Fidusia Dalam Rangka Pelaksanaan Eksekusi Jaminan Fidusia. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
1. HALAMAN JUDUL .pdf

Download (974kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (718kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (715kB)
[img] Text
4. BAB IPENDAHULUAN.pdf

Download (912kB)
[img] Text
5. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only until 15 April 2024.

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
6. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only until 15 April 2024.

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
7. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only until 15 April 2024.

Download (705kB) | Request a copy
[img] Text
8. DAFTAR BACAAN.pdf

Download (824kB)
[img] Text
TMK.51-21-Embargo - hansen edbert.pdf
Restricted to Registered users only until 15 April 2024.

Download (137kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 18/PUU-XVII/2019. Berdasarkan putusan a quo, MK memberikan penafsiran tertentu atas Pasal 15 ayat (2) dan ayat (3) UUJF. MK mensyaratkan adanya kesepakatan tentang cidera janji di antara debitor dan kreditor, serta penyerahan objek jaminan fidusia secara sukarela oleh debitor kepada kreditor. Dalam hal kedua syarat tersebut tidak terpenuhi, maka ditetapkan perlakuan yang sama antara eksekusi Sertifikat Jaminan Fidusia dengan pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan yang telah inkracht. Sebelum Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019, kreditor dapat melakukan penarikan objek jaminan fidusia kepada pemberi jaminan fidusia apabila debitor telah melakukan cidera janji, hal tersebut dilakukan oleh kreditor guna pelunasan utang debitor. Penelitian ini adalah penelitian hukum yang memecahkan isu hukum yang dihadapi dengan cara mengidentifikasi masalah hukum, melakukan penalaran hukum, menganalisis masalah yang dihadapi kemudian memberikan pemecahan atas masalah hukum yang dihadapi. Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach) dan case approach. Terdapat pertentangan antara Norma dalam UUJF dan Norma Pada Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut. Pada UUJF apabila terjadi cidera janji maka penyerahan dilakukan secara sukarela, berbeda pada Putusan MK yang mensyaratkan segala mekanisme dan prosedur hukum pelaksanaan eksekusi Sertifikat Jaminan Fidusia harus dilakukan dan berlaku sama dengan pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TMK 51/21 Hol a
Uncontrolled Keywords: Fiduciary Guarantee, Constitutional Court Decision Number 18 / PUU-XVII / 2019, Fiduciary Guarantee Object Execution
Subjects: K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB162-250 Legal systems compared
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM
Hansen Edbert Holsen, S.H.NIM031824253046
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorGhansham Anand, -NIDN0005018403
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 15 Apr 2021 07:22
Last Modified: 15 Apr 2021 07:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/105643
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item