Ceasa Ulimaz Budhi (2021) Pengaruh Periode Dan Fase Laktasi Terhadap Produksi Susu Pada Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) Di Peternakan Pak Sulam Banyuwangi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (596kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf Download (256kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf Download (352kB) |
|
|
Text (PENDAHULUAN)
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (347kB) |
|
|
Text (TINJAUAN PUSTAKA)
5. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only until 22 June 2024. Download (377kB) | Request a copy |
|
|
Text (MATERI DAN METODE)
6. BAB 3 MATERI DAN DAN METODE.pdf Restricted to Registered users only until 22 June 2024. Download (463kB) | Request a copy |
|
|
Text (HASIL PENELITIAN)
7. BAB 4 HASIL PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only until 22 June 2024. Download (356kB) | Request a copy |
|
|
Text (PEMBAHASAN)
8. BAB 5 PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 22 June 2024. Download (535kB) | Request a copy |
|
|
Text (KESIMPULAN DAN SARAN)
9. BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only until 22 June 2024. Download (225kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (454kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
11. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only until June 2024. Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI)
12. PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Registered users only Download (155kB) | Request a copy |
Abstract
Sapi Friesian Holstein (FH) merupakan sapi perah yang mampu memproduksi susu tertinggi di dunia yang berasal dari Eropa. Sapi ini dikembangbiakkan di daerah Friesland, Belanda yang merupakan salah satu Provinsi di Holland Utara. Bangsa sapi perah yang banyak dipelihara di Indonesia adalah jenis bangsa sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH). Sapi perah PFH merupakan hasil persilangan antara sapi perah FH dengan sapi lokal yaitu sapi grati. Pengembangan usaha sapi perah merupakan salah satu alternatif dalam pemenuhan gizi masyarakat serta pengurangan tingkat ketergantungan nasional terhadap impor susu. Pengembangan usaha peternakan sapi perah dengan sasaran peningkatan produksi susu perlu diperhatikan segi kualitas dan kuantitasnya. Kualitas dan kuantitas susu dipengaruhi oleh bangsa sapi perah, pakan, sistem pemberian pakan, frekuensi pemerahan, metode pemerahan, perubahan musim, umur ternak, waktu beranak, temperatur lingkungan, periode laktasi dan fase laktasi. Periode laktasi adalah rentang masa laktasi pertama ke masa laktasi berikutnya dimana sapi menghasilkan susu setelah beranak sampai dikeringkan (Pangestu, 2017). Laktasi tertinggi dicapai pada periode laktasi ke-3, dimana periode laktasi ke-1 memiliki kemampuan menghasilkan rataan produksi susu lebih rendah dari periode laktasi ke-2 dan ke-3 (Hadisusanto, 2008). Dalam satu periode dapat dibedakan dalam 3 fase terkait dengan hasil produksi susu mulai dari saat laktasi aktif yaitu laktasi awal sewaktu mulai menghasilkan susu sampai pada produksi tertinggi, pertengahan laktasi atau laktasi tengah, yaitu sewaktu laktasi hasil produksi sudah mulai menurun tetapi masih berada dalam pencapaian hasil rata-rata dan laktasi akhir sewaktu produksi sudah semakin menurun landai hingga saatnya berhenti dan memasuki masa kering (Leondro,2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh periode dan fase laktasi terhadap produksi susu pada sapi perah PFH di Peternakan Pak Sulam Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dan survei dengan cara mencatat data kuesioner hasil wawancara kepada peternak. Berdasarkan survei yang telah dilakukan, terdapat 10 sapi laktasi di Peternakan Pak Sulam dengan periode dan fase laktasi yang berbeda – beda (tabel 4.1) yaitu terdapat satu ekor sapi periode laktasi ke-1 (fase laktasi akhir), tujuh ekor sapi periode laktasi ke-2 (satu sapi fase laktasi awal, lima sapi fase laktasi tengah dan satu sapi fase laktasi akhir), satu ekor sapi periode laktasi ke-3 (fase laktasi awal), dan satu ekor sapi periode laktasi ke-4 (fase laktasi akhir). Hasil dari survei dan wawancara terdapat rata-rata produksi susu yang berbeda pada periode laktasi yang berbeda (periode laktasi ke-1 (5,81 L/hari), periode laktasi ke-2 (13,76 L/hari), periode laktasi ke-3 (20,42 L/hari) dan periode laktasi ke-4 (7,23 L/hari)) dengan hasil produksi susu tertinggi pada periode laktasi ke-3 (20,42 L/hari). Produksi susu sapi dipengaruhi oleh fase laktasi (awal, tengah, dan akhir). Hasil dari survei dan wawancara mengenai fase laktasi pada periode laktasi ke-2 menunjukkan produksi susu yang beragam mulai dari fase laktasi awal sampai akhir dengan produksi susu tertinggi pada laktasi awal (21,07 L/hari). Rata – rata produksi susu pada pagi dan sore hari pada semua periode dan fase laktasi yaitu lebih banyak produksi susu pada pagi hari (7,11 L) dibandingkan dengan sore hari (5,34 L). Berdasarkan hasil wawancara dari peternak, pada tabel 4.2 menunjukkan skor total manajemen pemerahan yaitu 11,3 berdasarkan tabel 3.3 yang berarti manajemen pemerahan telah sesuai dan telah diterapkan dengan benar. Manajemen pemerahan meliputi kebersihan kandang, ternak dan petugas. Total skor sistem pemberian pakan yaitu 2,9 berdasarkan tabel 3.4 yang artinya kurang sesuai menerapkan cara sistem pemberian pakan dengan benar. Hasil penelitian, menunjukkan periode mempengaruhi produksi susu sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) di Peternakan Pak Sulam Banyuwangi dengan produksi susu tertinggi pada periode laktasi ke-3 dan fase laktasi juga mempengaruhi produksi susu sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) di Peternakan Pak Sulam Banyuwangi dengan produksi susu tertinggi pada periode laktasi ke-2 (fase laktasi awal). Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan yaitu kebersihan petugas perlu diperhatikan lagi untuk mengoptimalkan produksi susu di Peternakan Pak Sulam Banyuwangi serta melakukan penyuluhan dan pelatihan manajemen sapi perah pada Peternakan Pak Sulam Banyuwangi untuk meningkatkan sistem pemberian pakan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK KH. 43 / 21 BUD p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Lactation Period, Lactation Phase, Milk Production, Dairy Cows, Banyuwangi East Java | |||||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3615-3622 Veterinary laws. Veterinary medicine and hygiene. Prevention of cruelty to animals S Agriculture > SF Animal culture |
|||||||||
| Divisions: | 17. Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam > Kedokteran Hewan | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 22 Jun 2021 03:17 | |||||||||
| Last Modified: | 22 Jun 2021 03:17 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/108080 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


