Malta Leilani Yusrina (2021) Perubahan Aturan Masuknya Pengungsi Di Korea Selatan Pasca Melonjaknya Jumlah Pengungsi Asal Yaman Di Pulau Jeju Tahun 2018. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (853kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf Download (143kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf Download (338kB) |
|
|
Text (BAB I)
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (215kB) |
|
|
Text (BAB II)
5. BAB II PERANAN KOREA SELATAN DALAM ISU PENGUNGSI SETELAH PENANDATANGANAN KONVENSI 1951 DAN PROTOKOL 1967.pdf Restricted to Registered users only until 18 July 2024. Download (270kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
6. BAB III ANTARA KEPATUHAN DAN KETIDAKPATUHAN KOREA SELATAN DENGAN KONVENSI 1951 DAN PROTOKOL 1967.pdf Restricted to Registered users only until 18 July 2024. Download (358kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
7. BAB IV XENOFOBIA MASYARAKAT KOREA SELATAN - PERUBAHAN ATURAN MASUKNYA PENGUNGSI.pdf Restricted to Registered users only until 18 July 2024. Download (158kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB VI)
8. KESIMPULAN.pdf Restricted to Registered users only until 18 September 2024. Download (140kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (317kB) |
|
|
Text (PERMOHONAN EMBARGO)
10. PERMOHONAN EMBARGO.pdf Restricted to Registered users only Download (892kB) | Request a copy |
Abstract
Skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan kepatuhan Korea Selatan terhadap Konvensi 1951 dan Protokol 1967 pasca kedatangan pengungsi Yaman ke Pulau Jeju. Korea Selatan melalui menterinya menyatakan akan mengetatkan peraturan terkait pengungsi pasca kedatangan pengungsi Yaman. Padahal, Korea Selatan merupakan negara peratifikasi Konvensi 1951 dan Protokol 1967 yang berkewajiban menerima dan memperlakukan pengungsi dengan baik tanpa diskriminasi. Dalam menganalisis kondisi tersebut, penulis menggunakan tiga kerangka teoritis, yaitu: 1) pendorong sentimen anti-migran; 2) pengaruh opini publik terhadap kebijakan negara; dan 3) kepatuhan negara terhadap perjanjian internasional. Skripsi ini menggunakan tipe penelitian eksplanatif dengan teknik analisis data kualitatif. Data diambil melalui studi literatur dengan jangkauan penelitian dimulai sejak 2018 hingga 2020. Dengan menggunakan ketiga teori dan metodologi di atas, ditemukan bahwa terjadi pergeseran kepatuhan Korea Selatan terjadap kedua perjanjian yang telah diratifikasi, terutama setelah kedatangan pengungsi Yaman. Hal tersebut didasari oleh pengalaman historisis dan homogenitas dalam masyarakat Korea Selatan yang mendorong terciptanya xenofobia, rasisme, dan anti-migran. Selain itu, artikel, berita, maupun percakapan di media sosial dan media massa yang sering kali mengkaitkan pengungsi dengan hal-hal negatif semakin meningkatkan ketakutan dan kecurigaan masyarakat terhadap pengungsi. Kemudian lahirlah petisi dan protes publik yang kemudian mendorong pengetatan peraturan mengenai pengungsi di Korea Selatan, yang akhirnya menggeser kepatuhan Korea Selatan terhadap perjanjian internasional terkait pengungsi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 Fis.HI.42-21 Yus p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Anti-migran, Kepatuhan, Korea Selatan, Konvensi 1951, Pengungsi Yaman, Protokol 1967, Rasisme, Undang-Undang Pengungsi Korea Selatan, Xenofobia | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ3674-3875 State territory and its parts | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Mrs. Djuwarnik Djuwey | ||||||
| Date Deposited: | 18 Jul 2021 06:20 | ||||||
| Last Modified: | 18 Jul 2021 06:20 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/108759 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


