Evita Anugraini (2021) Kepentingan Nasional Indonesia Dalam Cyber Policy Dialogue Indonesia-Australia Tahun 2017-2018. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (695kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf Download (74kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf Download (177kB) |
|
|
Text (BAB I)
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (209kB) |
|
|
Text (BAB II)
5. Bab II Gambaran Umum Hubungan Indonesia-Australia.pdf Restricted to Registered users only until 19 July 2024. Download (186kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
6. Bab III Analisis Kepentingan Indonesia dalam Kerjasama Siber Indonesia-Australia.pdf Restricted to Registered users only until 19 July 2024. Download (259kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
7. Bab IVProyeksi Implementasi Kerjasama Siber Indonesia – Australia.pdf Restricted to Registered users only until 19 July 2024. Download (214kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
8. Bab V Kesimpulan.pdf Restricted to Registered users only until 19 July 2024. Download (98kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (181kB) |
|
|
Text (PERMOHONAN EMBARGO)
10. PERMOHONAN EMBARGO.pdf Restricted to Registered users only Download (275kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai isu keamanan siber yang terjadi antara Indonesia dan Australia. Sebagai negara yang memiliki kedekatan teritori, hubungan Indonesia dan Australia sangat dinamis, bahkan hubungan keduanya sempat mengalami krisis diplomatik karena terbongkarnya kasus spionase oleh Australia terhadap Indonesia pada tahun 2013. Namun, pada tahun 2017 Indonesia bersama Australia menjadi mitra kerjasama siber melalui Cyber Policy Dialogue. Paradoks ini cukup unik untuk dianalisis karena daripada menjaga jarak dengan Australia, Indonesia justru menjalin kerjasama di bidang siber. Melalui kerangka teori kepentingan nasional dan kerjasama internasional, peneliti menjelaskan bagaimana Indonesia dan Australia memiliki ketergantungan satu sama lain untuk saling bekerjasama dalam mencapai kepentingan nasionalnya masing-masing. Melalui kerangka teori kepentingan nasional, dapat diketahui bahwa Indonesia memiliki masalah yang cukup kompleks dalam bidang siber yang mana hal ini memunculkan kepentingan nasional dalam dimensi ekonomi, pertahanan, ideologi dan tatanan Internasional. Hasil penemuan peneliti menyatakan bahwa kepentingan dimensi pertahanan, ideologi, dan tatanan internasional menjadi alasan utama yang dominan sehingga membuat Indonesia bekerja sama dengan Australia. Kemudian melalui kerangka teori kerjasama internasional, terdapat kesamaan kepentingan (common interest) yang mendorong terjadinya pola interaksi antara Indonesia dan Australia. Menurut hasil temuan peneliti menunjukkan bahwa dengan kemapanan Australia di bidang siber, Indonesia dapat melakukan pelatihan bersama, berbagi informasi, dan saling menyamakan pandangan atas ancaman yang ada. Selain itu, kebutuhan akan koordinasi kebijakan antara Indonesia dan Australia dapat mempererat hubungan kedua negara serta dapat menjadi contoh keberhasilan kerjasama di kawasan Indo-Pasifik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 Fis.HI.44-21 Anu k | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Cyber Policy Dialogue Indonesia-Australia, Kepentingan Nasional, Kerjasama Internasional, Keamanan Siber | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1305-2060 Scope of international relations. Political theory. Diplomacy | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Mrs. Djuwarnik Djuwey | ||||||
| Date Deposited: | 19 Jul 2021 03:56 | ||||||
| Last Modified: | 19 Jul 2021 03:56 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/108792 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


