Rafidah Alya Putri (2021) Pemberhentian Impor Sampah Elektronik Di Tiongkok. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf Download (549kB) |
|
|
Text (BAB 1)
3. BAB I.pdf Download (605kB) |
|
|
Text (BAB 2)
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only until 8 August 2024. Download (905kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only until 8 August 2024. Download (746kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
6. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only until 8 August 2024. Download (568kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (585kB) |
|
|
Text (PERMOHONAN EMBARGO)
Permohonan Embargo.pdf Restricted to Registered users only Download (273kB) | Request a copy |
Abstract
Sampah elektronik merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama di Tiongkok yang telah hadir sejak tahun 1970-an. Tahun 1990, Tiongkok telah menandatangani Basel Convention, rezim internasional yang mengontrol gerakan lintas batas limbah berbahaya dan pembuangannya; termasuk penanganan masalah seputar sampah elektronik dan pengelolaannya. Bukannya menurun, impor sampah elektronik di Tiongkok malah meningkat dan memposisikan Tiongkok sebagai negara pengimpor sampah elektronik terbesar di dunia. Hampir 80 persen sampah elektronik dunia berakhir di Tiongkok. Pada akhir tahun 2017, Tiongkok mengubah kebijakannya. Tiongkok membuat kebijakan yang melarang impor berbagai macam limbah berbahaya termasuk sampah elektronik. Pada penelitian ini, penulis menjelaskan keterlibatan Tiongkok dalam rezim lingungan internasional dan peran Tiongkok didalamnya, hingga perubahan kebijakan industrialisasi di Tiongkok. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah mengapa baru di akhir tahun 2017, Tiongkok mengeluarkan kebijakan larangan impor sampah elektronik? Tiongkok mengeluarkan kebijakan larangan impor sampah elektronik pada akhir tahun 2017 karena adanya perubahan penyesuaian yang sebelumnya hanya melalui metode pencegahan dan pengendalian, saat ini terdapat kebijakan baru pelarangan impor sampah elektronik. Perubahan penyesuaian ini dipengaruhi oleh transisi rezim lingkungan internasional yang diikuti Tiongkok dan situasi domestik yang berubah dengan diberlakukannya kebijakan industrialisasi berbasis inovasi yang lebih ramah lingkungan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 Fis HI. 60/21 Put p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tiongkok, sampah elektronik, Rezim Lingkungan nternasional, kebijakan industrialisasi. | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 08 Aug 2021 09:05 | ||||||
| Last Modified: | 08 Aug 2021 09:05 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/109175 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


