Joiceline Haliem Permatasari (2021) Analisis Persamaan Makna Peribahasa Jepang Yang Terbentuk Dari Kata Neko Dengan Padanan Peribahasa Indonesia. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. SAMPUL DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2. DAFTAR ISI.pdf Download (598kB) |
|
|
Text
3. ABSTARK.pdf Download (194kB) |
|
|
Text
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (688kB) |
|
|
Text
5. BAB II LANDASAN TEORI.pdf Restricted to Registered users only until 2 September 2024. Download (682kB) | Request a copy |
|
|
Text
6. BAB III ANALISIS DATA.pdf Restricted to Registered users only until 2 September 2024. Download (784kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. BAB IV SIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only until 2 September 2024. Download (543kB) | Request a copy |
|
|
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (512kB) |
|
|
Text
FORM KESEDIAAN.pdf Restricted to Registered users only Download (45kB) | Request a copy |
Abstract
Peribahasa adalah suatu kalimat atau perkataan yang mengandung makna yang khas atau makna kiasan. Dalam bahasa Jepang, peribahasa disebut dengan kotowaza. Baik kotowaza maupun peribahasa, dibentuk dari berbagai unsur seperti tumbuhan, benda sehari-hari, ataupun hewan. Salah satu unsur pembentuk kotowaza adalah kucing atau dalam bahasa Jepang disebut Neko. Beberapa peribahasa Jepang atau kotowaza yang terbentuk dari kata Neko mempunyai persamaan makna dengan peribahasa Indonesia. Seperti “Naku Neko nezumi toranu” dengan “Tong kosong nyaring bunyinya” yang memiliki persamaan makna, yaitu orang yang tidak berilmu atau mempunyai kemampuan akan cenderung banyak bicara namun makna denotasi keduanya berbeda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Landasan teori yang digunakan adalah makna kata denotasi dan konotasi. Berdasarkan hasil analisis, dari 31 kotowaza yang ditemukan terdapat 16 kotowaza yang memiliki padanan makna dalam bahasa Indonesia. Namun padanan makna terbatas pada makna konotasinya saja. Dan kata neko sering digunakan pada kotowaza yang berkonotasi negatif seperti hal yang sia-sia, berada dalam bahaya, tidak tahu berterima kasih dan lain sebagainya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 FS.J 33/21 Per A | ||||||
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P101-410 Language. Linguistic theory. Comparative grammar | ||||||
| Divisions: | 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | mrs siti muzaroh | ||||||
| Date Deposited: | 02 Sep 2021 03:24 | ||||||
| Last Modified: | 02 Sep 2021 03:24 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/109952 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


