Andya Putri Kusumaningayu, - (2021) Analisis Tindak Tutur Direktif Oleh Tokoh Pria Dan Wanita Dalam FTA Pada Drama Hanasaki Mai Ga Damattenai ドラマ『花咲舞が黙っていない』における男性役・女性役のfta に含む指 令型の言語行為の分析. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (863kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
2. DAFTAR ISI.pdf Download (172kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
3. ABSTRAK.pdf Download (201kB) |
|
|
Text (PENDAHULUAN)
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (437kB) |
|
|
Text (LANDASAN TEORI)
5. BAB II LANDASAN TEORI.pdf Restricted to Registered users only until 12 November 2024. Download (446kB) | Request a copy |
|
|
Text (ANALISA DATA)
6. BAB III ANALISIS DATA.pdf Restricted to Registered users only until 12 November 2024. Download (535kB) | Request a copy |
|
|
Text (SIMPULAN DAN SARAN)
7. BAB IV SIMPULAN DAN SARAN.pdf Download (333kB) |
|
|
Text (PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI)
10. PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Registered users only until 12 November 2024. Download (346kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
8. DAFTAR PUSTAKA .pdf Download (339kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
9. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only until 12 November 2024. Download (565kB) | Request a copy |
Abstract
Penutur pria maupun wanita khususnya orang jepang menggunakan ragam bahasa dengan cara yang berbeda saat mereka berkomunikasi. Wajar saja jika saat berkomunikasi banyak terjadi tindakan yang tidak menyenangkan. Tindakan semacam ini disebut tidakan mengancam muka. Terdapat dua jenis muka yaitu positif dan negatif. Saat berkomunikasi dengan seseorang, tidak hanya untuk mengatakan sesuatu tetapi juga bisa saja mengandung sebuah unsur tindak tutur, banyak sekali makna di dalam tindak tutur salah satunya adalah tindak tutur direktif. Tindak tutur direktif merupakan tuturan yang berfungsi untuk mendorong lawan tutur untuk melakukan suatu tindakan. Untuk mendeskripsikan dan mengetahui bagaimana itu terjadi di dalam dialog percakapan, peneliti menggunakan metode simak catat. Kemudian teori yang digunakan yaitu teori tindak pengancaman muka dari Brown dan Levinson dan teori tindak tutur direktif dari Searle dalam buku Ibrahim serta teori dari Namatame. Hasil dari penelitian ini peneliti menemukan sedikit data dari tindakan mengancam muka oleh tokoh wanita daripada tokoh pria karena kebanyakan tokoh wanita pada drama Hanasaki Mai ga Damattenai merupakan bawahan atau pegawai bank biasa sedangkan kebanyakan tokoh pria merupakan atasan seperti bos, manajer, atau pemimpin perusahaan yang biasa melakukan tindak tutur direktif khususnya dalam tuturan meminta, memerintah dan melarang. Tuturan paling sedikit adalah tuturan melarang karena jika dilihat pada drama Hanasaki Mai ga Damattenai, orang-orang di dalam drama tersebut sudah mengerti apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 FS. J. 45 / 21 Kus a | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | hanasaki mai ga damattenai, tindak tutur direktif, tindakan mengancam muka, tokoh pria dan wanita | ||||||
| Subjects: | M Music and Books on Music P Language and Literature P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures |
||||||
| Divisions: | 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | ||||||
| Date Deposited: | 12 Nov 2021 00:56 | ||||||
| Last Modified: | 12 Nov 2021 00:56 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/112255 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


