Pengaruh Nikotin Terhadap Tingkat Maturasi Oosit Pada Tikus (Rattus Novergicus) Penelitian Eksperimental Laboratoris

Yayuk Dwirahayu (2010) Pengaruh Nikotin Terhadap Tingkat Maturasi Oosit Pada Tikus (Rattus Novergicus) Penelitian Eksperimental Laboratoris. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
KKA KK TKR 09_11 Dwi p_compressed.pdf

Download (11MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Nikotin merupakan salah satu komponen dalam asap rokok. Merokok dapat meningkatkan risiko gangguan reproduksi berupa infertilitas, yaitu rnenghambat maturasi oosit, menurunkan ovulasi dan fertilisasi, serta meningkatkan jumlah oosit yang diploidi. Merokok dapat merugikan perokok aktif dan pasif. Paparan nikotin menyebabkan oosit sensitif terhadap induksi kelainan kromosom sehingga dapat menggangu maturasi oosit. Nikotin juga menyebabkan stres oksidatif yang dapat mengganggu polimerisasi mikrotubul data penarikan kromosom dari bidang clwator ice masing — masing kutub dan menganggu segregasi kromosom pada meiosis I dan II. Stres oksidatif akibat nikotin juga menyebabkan gangguan folikulogenesis sehingga ukuran folikel menjadi lebih kecil sehingga mempengaruhi kemampuan oosit untuk menyelesaikan proses meiosis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek nikotin dengan berbagai dosis terhadap tingkat maturitas oosit films usia reproduksi. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental dengan 3 kelompok perlakuan (nikotin injeksi subkutan dengan dosis 35, 52.5 dan 70 mg/kgBB/hari sewlama 7 hari) dan 1 kelompok kontrol. Jervis rancangan yang digunakan adalah post test only control group design. Jumlah sample tiap kelompok adalah 9 ekor. Tikus yang telah selesai diberikan nikotin akan dikorbankan untuk dilakukan panen oosit. Oosit yang didapatkan dicat dengan Aceto Orcein 1%. Hasil pengecatan kernudian diamati untuk melihat tingkat maturitas oosit pada fase GV, GVBD, MI atau MII. Data jumlah oosit GV dan GVBD tidak berada dalam distribusi normal, sehingga uji komparasi yang digunakan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Jumlah oosit MI tidak dapat dilakukan uji statistik karena nilainya nol semua, sedangkan MII berada dalam distribusi normal sehingga dapat dilakukan uji Anava satu arah. Semua uji statistik berada pada taraf kepercayaan 95%. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan jumlah oosit GV dan GVBD yang berrnakna di antara semua kelompok. Hash uji Anava satu arah menunjukkan adanya perbedaan jumlah oosit MII yang bermakna di antara beberapa kelompok sehingga dapat dilakukan uji lanjut BNT. Uji BNT menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kelompok kontrol dengan ketiga kelompok perlakuan dan kelompok nikotin 52,5 mg/kgBB dengan 35 mg/kgBB. Kesimpulan penelitian ini adalah jumlah oosit GV dan GVBD akibat paparan nikotin tidak lebih banyak daripada kontrol, tidak ditemukan oosit MI, dan jumlah oosit MII akibat paparan nikotin lebih sedikit daripada kontrol, Saran yang diberikan pada penelitian ini adalah pemilihan dosis dan lama paparan untuk penelitian selanjutnya dapat dimodifikasi sehingga didapatkan hasil sesuai hipotesis.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKR 09/11 Dwi p
Uncontrolled Keywords: nikotin, GV, GVBD, MI, MII
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG484-485 Urogynecology and obstetric urology. Urogynecologic surgery
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Kesehatan Reproduksi
Creators:
CreatorsNIM
Yayuk Dwirahayu090810193 M
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRina Judiwati0011065503
Thesis advisorHudi Winarso131653739
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 10 Apr 2023 00:49
Last Modified: 10 Apr 2023 00:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/122666
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item