Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Swamedikasi Ibu Rumah Tangga (Studi Pada Kasus Common Cold (Selesma) Di Kelurahan Semolowaru Surabaya)

Arina Utami Nur Alia, - (2004) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Swamedikasi Ibu Rumah Tangga (Studi Pada Kasus Common Cold (Selesma) Di Kelurahan Semolowaru Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
050012247.pdf

Download (3MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Selesma menduduki peringkat teratas minor illness yang diatasi dengan upaya swamedikasi (Anonim, 2002). Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2003, ISPA menduduki peringkat teratas dalam 10 penyakit terbanyak tahun 2003 dan selesma merupakan salah satu penyakit yang dikategorikan dalam ISPA (Infeksi akut Saluran Pernafasan Atas). Ibu rumah tangga berperan sebagai perawat utama (primary caretaker) dalam keluarga (Reiner, 1980). Dalam tradisi masyarakat Indonesia ibu mempunyai peran yang dominan dalam keluarga, diantaranya adalah merawat anggota keluarganya bila ada yang sakit. Ibu bertanggung jawab terhadap kesehatan anggota keluarga. (Wanita dan Media, 1998). Dalam penelitian ini ada 5 faktor yang akan dianalisis hubungannya dengan perilaku swamedikasi ibu rumah tangga pada kasus selesma di Kelurahan Semolowaru yaitu faktor: umur, pendidikan, pengetahuan, sikap, dan persepsi berdasarkan Teori Green yang merupakan pengembangan dari Teori Andersen dalam Andersen’s Model of Health Services Utilization (Alfonso, 2000) dan Teori Perilaku Fisbein dan Ajzen dalam Glanz (1990). Penelitian ini dilakkukan di Kelurahan Semolowaru dengan simple random sampling, dan menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner. Hasil analisis menyatakan bahwa variabel pendidikan dan variabel pengetahuan berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku swamedikasi. Juga diketahui bahwa pendidikan merupakan variabel yang paling berpengaruh (paling dominan) terhadap ketepatan perilaku swamedikasi. Ketepatan perilaku swamedikasi dipengaruhi variabel pendidikan dan pengetahuan sebesar 64,2%. Jumlah responden yang tepat dalam melakukan swamedikasi adalah sebesar 35%, lebih kecil daripada responden yang tidak tepat dalam melakukan swamedikasi, yaitu sebesar 65%. Dengan adanya fenomena seperti ini dan telah diketahui bahwa ternyata pendidikan dan pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap ketepatan perilaku swamedikasi, maka peranan apoteker sebagai salah satu tenaga professional di bidang kesehatan perlu meningkatkan peranannya sebagai konselor untuk membantu masyarakat agar dapat menentukan pilihan obat dengan tepat dan dapat menggunakannya secara aman dan efektif. Apoteker juga diharapkan dapat memberikan edukasi bagi masyarakat agar pengetahuan masyarakat mengenai swamedikasi juga bertambah yang diharapkan ketepatan perilakunya dalam berswamedikasi juga akan meningkat. --------------------------------------------------- Most of health seeking behavior in the community is the practice of self medication. The study has two aims: to obtain description of proper self medication behavior in the community and to determine factors related to the practice of self medication. The research was conducted in the area of Semolowaru Village administration, Sukolilo Subdistrict, Surabaya District on August 2004. Data was collected from 100 respondents, women who have been married and taking medicine for their commond cold symptoms, by questionnaires. The respondents were selected randomly. The method used was simple random sampling. The research proves that education and knowledge level influence significantly in proper self medication behavior. The dominant influental factor is education level. The research has found that only 35% of respondents practiced proper self medication, in term of proper classification medicine, proper type of medicine, dosage, and duration of medication. Pharmacist must play role actively as counselor and educator to increase proper self medication behavior especially in commond cold case. The following researchs are needed to find other factors that influence proper self medication behavior.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: self medication, commond cold, education, knowledge, behavior
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Creators:
CreatorsNIM
Arina Utami Nur Alia, -NIM050012247
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ContributorUmi Athijah, --
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 10 Feb 2025 07:24
Last Modified: 10 Feb 2025 07:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/135949
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item