Hanik Mariana Dewi, -
(2004)
Uji Efektivitas Antimikroba Sediaan Pencerah Vanishing Cream Dengan Bahan Aktif Tamarindus Indica L.
Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Abstract
Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk membuat formulasi ekstrak
Tamarindus indica L sebagai sediaan pencerah kulit dan diukur efektivitasnya
terhadap mikroorganisme. Penelitian ini didasari oleh keinginan penulis untuk
menyediakan suatu pilihan produk sediaan pencerah kulit yang berasal dari alam
tanpa menggunakan bahan pengawet sintetis yang ditambahkan dalam sediaan.
Menurut literatur, Tamarindus indica L mempunyai khasiat sebagai bahan pencerah
kulit karena kandungan AHA didalamnya, selain itu juga mempunyai aktivitas kuat
sebagai antimikroba
Uji efektivitas antimikroba sediaan pencerah vanishing cream Tamarindus
indica L, dilakukan dengan penambahan inokulum Staphylococcus aureus,
Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli dan Candida albicans pada sediaan
dengan bahan aktif ekstrak Tamarindus indica L dengan berbagai konsentrasi AHA
yang efektif dan aman sebagai pencerah kulit.
Penilaian efektivitas antimikroba sediaan pencerah kulit dilakukan dengan
mengamati pertumbuhan koloni mikroba uji pada hari ke-1, 7, 14, 21 dan 28 setelah
inokulasi. Menurut Farmakope Indonesia IV, suatu pengawet dinyatakan efektif di
dalam sediaan uji jika jumlah bakteri viabel pada hari ke-14 berkurang hingga tidak
lebih dari 0,1% dari jumlah awal pertumbuhan dan jumlah tiap mikroba uji selama
hari ke-28 adalah tetap.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak ada pertumbuhan sama sekali pada
sediaan uji yang telah diinokulasi dengan bakteri, tetapi terdapat pertumbuhan
Candida albicans pada hari ke-1. Pengamatan hari ke-7 pada Candida albicans
didapat penurunan jumlah mikroba yang bermakna pada sampel dengan konsentrasi
asam tartrat 6% dan 7%, tetapi tidak ada penurunan yang bermakna pada konsentrasi
asam tartrat 5%. Pada pengamatan hari ke 14, sudah tidak ada pertumbuhan sama
sekali pada konsentrasi asam tartrat 7% dan terdapat sedikit pertumbuhan pada
konsentrasi 6%. Pertumbuhan yang terjadi pada konsentrasi asam tartrat 6% di hari
ke-14 masih lebih dari 0,1 % sehingga belum memenuhi syarat Farmakope
Indonesia IV. Berdasarkan hal tersebut maka hanya dipilih konsentrasi asam tartrat
7% untuk diformulasi dalam basis vanishing cream. Dari hasil pengamatan didapat
pertumbuhan Candida albicans pada hari pertama lebih sedikit yaitu 55,33x103
dibanding dengan pertumbuhan jamur pada sampel tanpa basis vanishing cream
yaitu 87x103 , hal ini terjadi karena jumlah fase air pada basis lebih sedikit
dibandingkan kontrol. Seperti diketahui bahwa antimikroba diperlukan untuk
penjagaan pertumbuhan mikroba pada fase air saja, sehingga dengan jumlah air yang
sedikit dan dengan jumlah ekstrak yang sama dapat memberi daya antimikroba lebih
kuat.
Dari data tersebut selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan uji Anova
Faktorial pada P(0,05) untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan pertumbuhan
koloni yang bermakna.
Dari hasil pengamatan pertumbuhan Candida albicans dalam sediaan pencerah
vanishing cream Tamarindus indica L yang mengandung asam tartrat 7% ada
perbedan bermakna pada pertumbuhan koloni pada hari ke-1 dan ke-7, selanjutnya
tidak ada perbedaan bermakna pada hari ke-7 sampai hari ke-28. Hal ini berarti
bahwa antimikroba yang ada dalam ekstrak Tamarindus indica L yang mengandung
asam tartrat 7% mampu memberi penjagaan terhadap pertumbuhan Candida
albicans selama 28 hari penyimpanan.
Actions (login required)
 |
View Item |