Nur Chaulah, -
(2004)
Pengaruh Gugus Metoksi Pada Reaksi Hidrogenasi Asam Sinamat, Asam O-Metoksisinamat Dan Asam P-Metoksisinamat Dengan Pereaksi Raney Nickel Dalam Naoh.
Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Abstract
Asam sinamat dan turunanannya yaitu asam o-metoksisinamat dan asam
p-metoksisinamat memiliki potensi sebagai NSAIDs. Dengan melakukan
hidrogenasi terhadap asam sinamat dan turunannya diharapkan dapat
menghasilkan turrunan baru yang berpotensi pula sebagai NSAIDs dengan
aktivitas yang lebih baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh gugus
metoksi dan posisinya terhadap persentase hasil reaksi hidrogenasi asam sinamat,
o-metoksisinamat dan asam p-metoksisinamat.
Hidrogenasi dilakukan dengan cara melarutkan asam sinamat dan
turunannya dalam NaOH 5 % kemudian ditambahkan kedalamnya katalis Raney
Nickel dan diaduk selama 1 jam. Gas hidrogen diperoleh dari reaksi antara Raney
Nickel dengan NaOH. Setelah dilakukan pemurnian dengan cara rekristalisasi
dengan pelarut heksan, selanjutnya dilakukan uji kemurnian dengan metode
pengukuran titik lebur dan uji kromatografi laspis tipis (KLT). Selanjutnya
dilakukan analisis senyawa hasil reaksi hidrogeasi menggunakan spektrofotometer
UV-Vis, spektrofotometer FT-IR dan spektrometer 1 H NMR.
Hasil setelah dilakukan reaksi hidrogenasi, diperoleh senyawa hasil
hidrogenasi berupa kristal jarum berwarna putih, sedangkan hasil masing-masing
adalah asam 3-fenilpropanoat ( 73,84 %; tl. 41-42 °C; spektrum UV: λmax (EtOH)
206 nm; dan 258 nm. Spektrum IR ( KBr; υ cm-1 ): 3028,51 (C=C-H ulur);
1699,44 (C=O ulur); 1302,07 (C-O ulur); 1082,16 (C-C ulur alifatis); 2934 (C-H
ulur); 1496,90 (C-C ulur aromatis). Spektrum 1 H NMR ( 90 MHz; CDCl 3 ; TMS; δ
ppm): 7,09-7,35 (singlet, 5H, AR-H); 2,57-2,76 dan 2,89-3,07 (triplet, 4H, -CH2 -
CH2 -).
Asam 3-(o-metoksifenil)propanoat (43,95 %; tl. 80-81 °C; spektrum UV:
λmax (EtOH) 213,5 nm; dan 269 nm. Spektrum IR ( KBr; υ cm-1 ): 3009,22 (C=C-
H ulur); 1703,30 (C=O ulur); 1244,20 (C-O ulur);1113,03 (C-C ulur alifatis);
2924,35 (C-H ulur); 1494,97 (C-C ulur aromatis). Spektrum 1 H NMR ( 90 MHz;
CDCl 3 ; TMS; δ ppm): 6,80-7,25 (Multiplet, 4H, AR-H); 3,82 (singlet, 3H); 2,57-
2,76 dan 2,89-3,07 (triplet, 4H, -CH2 -CH2 -).
Asam 3-(p-metoksifenil)propanoat (60,49 %; tl. 95-96 °C; spektrum UV:
λmax (EtOH) 222,5 nm; dan 275,5 nm. Spektrum IR ( KBr; υ cm-1 ): 3003,44
(C=C-H ulur); 1703,30 (C=O ulur); 1215,26 (C-O ulur);1032,01 (C-C ulur
alifatis); 2959,07 (C-H ulur); 1512,33 (C-C ulur aromatis). Spektrum 1 H NMR (
90 MHz; CDCl 3 ; TMS; δ ppm): 6,78-6,82 dan 7,08-7,25 (doblet, 4H, AR-H); 3,82
(singlet, 3H); 2,60-2,72 dan 2,83-3,91 (triplet, 4H, -CH2 -CH2 -).
Pada penelitian ini disimpulkan bahwa adanya gugus metoksi dan
posisinya berpengaruh terhadap persentase hasil reaksi hidrogenasi. Gugus
metoksi menurunkan persentase hasil reaksi hidrogenasi sebab gugus metoksi
dapat memperpanjang resonansi sehingga senyawa menjadi lebih stabil. Senyawa
yang lebih stabil memiliki energi yang lebih rendah sehingga sulit untuk bereaksi.
Persentase hasil reaksi hidrogenasi asam o-metoksisinamat lebih kecil
dibandingkan asam p-metoksisinamat karena posisi gugus metoksi pada posisi
orto- dapat menghalangi masuknya gas hidrogen ke dalam ikatan oleofinik.
Actions (login required)
 |
View Item |