Ira Yuanita Kusuma Wardani
(2004)
Perbandingan Kadar Protein Dan Asam Amino Ampas Tahu
Dari Sisa Hasil Pengolahan Tahu Secara Tradisional Dengan Modern.
Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
Abstract
Ampas tahu merupakan produk sisa hasil pengolahan tahu yang pemanfaatannya
masih terbatas sebagai pakan ternak dan campuran makanan tradisional. Mengetahui
kandungan protein dan asam amino ampas tahu yang masih cukup tinggi diharapkan
nilai manfaat dan nilai ekonomisnya meningkat.
Pada umumnya pengolahan tahu ada dua macam, yaitu pengolahan tahu secara
tradisional dan modern. Beda antara keduanya terletak pada suhu pemanasan bubur
kedelai. Semakin tinggi suhu pemanasan bubur kedelai menyebabkan amoniak sebagai
kontaminan yang terkandung di dalam ampas tahu lebih banyak menguap. Karena kadar
N-total equivalen dengan kadar protein, maka unsur N dalam amoniak juga
mempengaruhi kadar protein. Sehingga dapat diduga ada perbedaan kadar protein dalam
ampas tahu dari sisa hasil pengolahan tahu secara tradisional dengan modern. Dan
karena protein merupakan rantai panjang asam amino dengan demikian dapat pula
diduga ada perbedaan kadar asam amino ampas tahu dari sisa hasil pengolahan tahu
secara tradisional dengan modern.
Telah dilakukan penelitian analisis kadar protein dan asam amino ampas tahu
dari sisa hasil pengolahan tahu secara tradisional dan modern yang kemudian hasilnya
dibandingkan. Sampel yang digunakan, keduanya berasal dari Industri “X” di Sentra
Industri Tahu desa Tropodo, kecamatan Krian, kabupaten Sidoarjo yang telah terdaftar
di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur dan mempunyai dua macam cara
pengolahan tahu sehingga faktor-faktor lain yang mempengaruhi kadar protein dan asam
amino dianggap sama.
Actions (login required)
 |
View Item |