HUBUNGAN KONFORMITAS NORMA GENDER MASKULIN TERHADAP SIKAP MENCARI BANTUAN PSIKOLOGIS PROFESIONAL PADA LAKI-LAKI USIA EMERGING ADULTHOOD DIMODERASI OLEH KECERDASAN EMOSIONAL

Fadhia Ulhaq, Nabila and Nur Alfian, Ilham (2025) HUBUNGAN KONFORMITAS NORMA GENDER MASKULIN TERHADAP SIKAP MENCARI BANTUAN PSIKOLOGIS PROFESIONAL PADA LAKI-LAKI USIA EMERGING ADULTHOOD DIMODERASI OLEH KECERDASAN EMOSIONAL. Repository Universitas Airlangga. pp. 1-10. (Unpublished)

[img] Text (ARTIKEL ILMIAH)
naskah artikel Nabila Fadhia_Revised.pdf

Download (749kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

ABSTRAK Masa emerging adulthood merupakan fase transisi yang penuh tantangan psikologis, termasuk tekanan akademik, sosial, dan emosional, yang mendorong individu untuk mencari bantuan psikologis profesional. Namun, pencarian bantuan ini masih rendah pada laki-laki, yang diduga dipengaruhi oleh konformitas terhadap norma gender maskulin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara konformitas terhadap norma gender maskulin dan sikap mencari bantuan psikologis profesional, serta melihat apakah kecerdasan emosional berperan sebagai moderator dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan metode survei korelasional eksplanatori. Sampel terdiri dari 215 laki-laki usia 18–25 tahun yang diperoleh melalui teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah CMNI-22 untuk mengukur konformitas gender maskulin, ATSPPH-SF untuk mengukur sikap mencari bantuan, dan TEIQue-SF untuk mengukur kecerdasan emosional. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan uji interaksi dan metode bootstrapping untuk mengatasi pelanggaran asumsi statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas terhadap norma gender maskulin tidak memiliki hubungan signifikan dengan sikap mencari bantuan psikologis (ρ = 0,077, p = 0,260), sementara kecerdasan emosional memiliki hubungan positif yang signifikan (ρ = 0,648, p < 0,001) dan menjadi prediktor yang kuat terhadap sikap tersebut (β = 0,127, p < 0,001). Namun, kecerdasan emosional tidak memoderasi hubungan antara konformitas gender maskulin dan sikap mencari bantuan (β = 0,003, p = 0,534). Temuan ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berperan secara langsung dan independen dalam mendorong sikap positif terhadap pencarian bantuan psikologis pada laki-laki dewasa awal, terlepas dari pengaruh norma maskulin tradisional. Kata kunci: (konformitas norma gender maskulin, kecerdasan emosional, sikap mencari bantuan, laki-laki, emerging adulthood)

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: (konformitas norma gender maskulin, kecerdasan emosional, sikap mencari bantuan, laki-laki, emerging adulthood)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-940 Psychology
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF511-593 Emotion, Feeling, Affection
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF636-637 Applied Psychology
Divisions: 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi
Creators:
CreatorsNIM
Fadhia Ulhaq, Nabila112111133005
Nur Alfian, Ilham197609012003121001
Depositing User: Mrs Nabila Fadhia
Date Deposited: 26 May 2025 01:23
Last Modified: 26 May 2025 06:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137207
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item