Deteksi Dini Toksin Pir A dan B Vibrio Parahaemolyticus pada Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Menggunakan Metode Nested Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo, Jawa Timur

SUBHI INDRIYANI, - (2023) Deteksi Dini Toksin Pir A dan B Vibrio Parahaemolyticus pada Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Menggunakan Metode Nested Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo, Jawa Timur. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)

[img] Text (PKL)
142011535019_XivV96PhTpnMDbvhAj6I4PidLIuHCp.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://library@lib.unair.ac.id

Abstract

"Udang vannamei merupakan komoditas unggulan dalam pasar global dan domestik, sehingga tidak heran jika udang memiliki harga ekonomis tinggi. Namun produksi udang vannamei cenderung menurun akhir-akhir ini yang diakibatkan banyaknya kematian. Salah satu penyebabnya yaitu adanya penyakit Acute Hepatopancreatic Necrosis Diseases (AHPND) yang disebabkan oleh toksin bakteri Vibrio parahaemolyticus. Tujuan dari Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan kerja serta mengetahui hambatan atau permasalahan dalam deteksi dini toksin Pir A dan Pir B Vibrio parahaemolyticus pada udang vannamei (Litopenaeus vannamei) menggunakan metode Nested Polymerase Chain Reaction (PCR).. Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 19 Juni – 18 Agustus 2023. Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara partisipasi aktif, observasi, wawancara, dan studi Pustaka. Pemeriksaan penyakit AHPND menggunakan metode nested PCR terdiri dari beberapa tahapan yaitu preparasi sampel, ekstraksi DNA, amplifikasi, elektroforesis dan pembacaan hasil. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama dua bulan ditemukan 4 sampel udang vannamei (Litopenaeus vannamei) terdeteksi AHPND dari 65 sampel yang diperiksa. Sampel yang telah diperiksa kemudian diterbitkan pada Lembar Hasil Uji (LHU) untuk diserahkan kepada pelanggan. Kendala yang sering dialami dalam pemeriksaan AHPND yaitu dokumentasi hasil tidak terbaca dikarenakan gel agarose terlalu lama dan tipis sehingga perlu diperhatikan kembali waktu pembuatan dan proses penuangan gel agarose supaya tidak terlalu tipis."

Item Type: Pidato Guru Besar
Uncontrolled Keywords: udang vannamei, vibrio parahaemolyticus, Polymerase Chain Reaction, Deteksi
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur
Creators:
CreatorsNIM
SUBHI INDRIYANI, -NIM: 142011535019
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorHapsari Kenconojati, -NIDN:0020018902
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 24 Jun 2025 04:41
Last Modified: 01 Jul 2026 01:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137367
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item