Teknik Kultur Jaringan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo

Afri Arnita Sari, - (2023) Teknik Kultur Jaringan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (PKL)
142011535017_ThY6XMpAM_nU1Xl11fLj3PR5uDitJA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://library@lib.unair.ac.id

Abstract

"Bibit rumput laut yang yang dipakai berulang-ulang menyebabkan kualitas bibit menurun. Menurunnya kualitas bibit disebabkan oleh perbanyakan rumput laut secara vegetatif melalui stek. Perbanyakan vegetatif secara berulang ini dapat menyebabkan penurunan keragaman genetik yang berakibat menurunnya kecepatan tumbuh, rendeman karagenan dan kekuatan gel menurun. Selain itu, penurunan keragaman genetik juga menyebabkan meningkatnya kerentanan terhadap penyakit. Oleh karena itu perlu dilakukan kembali regenerasi melalui perbanyak generatif untuk mengembalikan keragaman genetik dari rumput laut Kappaphycus alvarezii. Akan tetapi perbanyakan rumput laut Kotoni melalui spora sangat sulit karena spora rumput laut ini sukar diperoleh. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan dalam meningkatkan penyediaan bibit rumput laut Kotoni baik secara kuantitas maupun kualitas adalah dilakukan perbanyakan bibit rumput melalui teknik kultur jaringan. Praktik Kerja Lapang ini dilakukan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo pada tanggal 26 Juni - 24 Agustus 2023. Tujuan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini untuk mengetahui proses kegiatan kultur jaringan rumput laut di BPBAP Situbondo dan laju pertumbuhan serta kualitas dari propagul hasil kultur jaringan Kappaphycus alvarezii di greenhouse BPBAP Situbondo. Metode kerja yang digunakan dalam Praktik Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif dengan melakukan pengambilan data primer dan data sekunder. Pengembilan data dilakukan dengan mengikuti kegiatan di Balai, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Kegiatan kultur jaringan rumput laut Kappaphycus alvarezii dilakukan di laboratorium, greenhouse dan kebun bibit. Indukan berasal dari Biotrop Bogor dengan warna coklat. Awal dari kegiatan kultur jaringan dengan melakukan aklimatisasi indukan di akuarium greenhouse selama 4 minggu (1 minggu pertama tanpa pemberian pupuk). Pupuk diberikan sebesar 10 ppm secara perendaman dan melakukan subkultur 1 minggu sekali. Aklimatisasi indukan dari greenhouse ke laboratorium selama 4 minggu dan 1 minggu sekali subkultur. Pemilihan talus dari indukan yang akan dijadikan eksplan. Pemotongan talus menjadi eksplan dilakukan di laminar air flow yang sudah di uv. Hasil potongan ditempatkan di media agar yang mengandung pupuk dan 1 bulan sekali dilakukan subkultur. Kalus akan muncul 3-4 bulan kemudian kalus dipotong dan dipindahkan ke media agar dan melakukan subkultur kalus 1 bulan sekali. Hasil dari potongan kalus akan menjadi mikropropagul paling cepat selama 1 bulan. Setelah menjadi mikropropagul maka dipindahkan ke media cair dan berada di rotary shaker. Mikropropagul yang telah panjang (propagul) dipindahkan ke botol schott dan diberi aerasi. Sub kultur 1 minggu sekali. Pemeliharaan propagul di greenhouse. 1 minggu sekali dilakukan sub kultur. 1 minggu pertama tanpa pupuk. Pemberian pupuk 20 ppm secara perendaman."

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Teknik Kultur Jaringan, Rumput Laut, Kappaphycus alvarezii
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334.5-334.7 Fishery technology
Creators:
CreatorsNIM
Afri Arnita Sari, -NIM:142011535017
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSuciyono,, -NIDN:0022078803
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 26 Jun 2025 03:52
Last Modified: 12 Jan 2026 02:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137479
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item