Ririn Tri Ratnasari, - (2023) OTOMATISASI PENGEMBANGAN PARIWISATA HALAL BERBASIS TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)
|
Text
38. RIRIN TRI RATNASARI.pdf Download (2MB) |
Abstract
menurut data Kementerian Pariwisata, Indonesia telah memiliki 10 destinasi wisata halal terbaik di Indonesia yang memenuhi standar Global Muslim Travel Index (Access, Communication, Environment, and Service) yaitu: Lombok, Aceh, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Malang, Makassar. Hal ini menjadi komitmen bagi Kepala Daerah dalam mengembangkan pariwisata halal sejak tahun 2019 (Kominfo, 2019). Pemerintah perlu menyiapkan banyak hal yang berkaitan dengan digitalisasi dan otomatisasi agar dapat membangun serta mempromosikan produk yang memberikan kemudahan kepada wisatawan dan internal perusahaan. Selain menyiapkan produk, juga penting untuk menyiapkan karyawan penyedia jasa pariwisata untuk menghadapi digitalisasi pariwisata serta mengoptimalkan pengelolaan pariwisata halal. Oleh karen a itu, agar AI dapat optimal maka dibutuhkan dukungan dari sumber daya manusia yang mampu mengelola pariwisata halal berbasis teknologi AI secara handal. Tidak hanya membentuk tim percepatan pengembangan pariwisata halal untuk mengelola dan mengembangkan pariwisata halal, namun perlu mendorong adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dalam bidang pariwisata halal, baik yang mempunyai gelar akademik maupun non-akademik. Adanya penguatan SDM profesional dapat juga dilakukan melalui berbagai sertifikasi profesional. SDM profesional harus bisa terus beradaptasi dengan situasi digital industri mutakhir. Perusahaan dan UMKM halal dituntut agar bisa menyiapkan tim yang mampu mengelola hal-hal yang digital. Misalnya, karyawan hotel harus menguasai teknologi digital sehingga dapat melakukan analisis, mengetahui pelaku wisata yang datang berdasarkan perilaku dan keinginannya, sehingga mampu mengoptimalkan pengalaman yang dirasakan para wisatawan. Adapun dari aspek pemerintah dapat berupaya untuk menyiapkan bagaimana membawa SDM Indonesia menghadapi industri Pariwisata berbasis digital. Dalam hal ini, Kementerian Pariwisata dapat menyiapkan kurikulum berbasis digital, seperti kewirausahaan digital, pemasaran digital, maupun teknis operasional pelayanan berbasis digital dengan melibatkan stakeholders dan bekerjasama dengan stakeholders terkait, termasuk sekolah dan platform yang sudah berkembang pesat misalnya Grab dan Google. Terlebih lagi, Pendidikan Tinggi, khususnya Universitas Airlangga, juga memberikan kontribusi, dimana salah satunya terdapat Research Group Center for Halal Industry and Digitalization, yang terus melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat kepada para UMKM dengan pelatihan digitalisasi pemasaran, dan implementasi beberapa usaha terkait (perhotelan), serta melakukan sosialisasi pentingnya mengelola industri halal berbasis teknologi, termasuk AI.
| Item Type: | Pidato Guru Besar | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | HALAL TOURISM | ||||
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G154.9-155.8 Travel and state. Tourism | ||||
| Divisions: | Pidato Guru Besar > 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | ||||
| Date Deposited: | 18 Sep 2025 04:19 | ||||
| Last Modified: | 18 Sep 2025 06:34 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/138165 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


