Yetti Hernaningsih, - (2025) DIAGNOSIS KEGANASAN HEMATOLOGI BERBASIS MOLEKULER: HARAPAN DAN TANTANGAN DI ERA PRECISION MEDICINE. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)
|
Text
55. YETTI HERNANINGSIH.pdf Download (2MB) |
Abstract
Simpulan. Insidens dan angka kematian leukemia dan keganasan hematologi lain masih tinggi. Upaya diperlukan untuk menekan laju insidens dan kematian. Salah satu upaya menekan angka kematian adalah dengan membuat diagnosis yang tepat pada tahap awal, sehingga dapat membantu tatalaksana berikutnya yang bersifat personal. Diagnosis yang tepat dapat dicapai dengan berdasarkan temuan molekulaer genetik yang berdasarkan pada metode yang memang terdepan saat ini, yaitu PCR, NGS atau WGS. Revisi klasifikasi WHO untuk keganasan hematologi merupakan salah satu contoh yang saat ini mengedepankan temuan molekuler genetik dalam membuat diagnosis. Oleh karenanya modalitas ini harus tersedia di laboratorium fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat diakses dengan mudah di dalam negeri, cepat dan tepat dalam melaporkan hasil. Kendala yang dihadapi negeri ini untuk diagnosis adalah masih sulitnya dijangkau pemeriksaan molekuler genetik untuk keganasan hematologi. Adapun bila dapat dijangkau maka harganya pun juga masih mahal, dan belum masuk dalam pemeriksaan yang ditanggung oleh jaminan kesehatan nasional. Sistem yang dibangun untuk diagnosis molekuler pada CML setelah ditemukannya terapi target dapat dicontoh untuk keganasan hematologi lainnya. Rekomendasi yang kami berikan adalah pembagian beberapa pusat layanan kesehatan untuk keperluan diagnosis keganasan hematologi yang spesifIk agar pemeriksaan dapat terpusat, dengan demikian efektif dan eflsiensi dapat tercapai, sehingga harga per tes dapat terjangkau dan dapat dimasukkan dalam pedoman praktek klinik (PPK) dan terbayarkan olehjaminan kesehatan nasional. Menyiapkan infrastruktur yang terstandar internasional, sehingga dapat sebagai laboratorium rujukan dari luar negeri. Ke depan perlu direncanakan untuk membuat manufaktur di dalam negeri oleh tenaga ahli dalam negeri yang dapat menyediakan alat dan reagen untuk pemeriksaan sequencing yang dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri dan selanjutnya dapat bersaing di luar negeri. Menyiapkan SDM yang handal yang kompeten untuk pemeriksaan dan interpretasi molekuler yang bersaing di tingkat dunia. Untuk hal ini harus diupayakan percepatan, mengingat ketertinggalan kita sekitar 15 tahun dari negara maju.
| Item Type: | Pidato Guru Besar | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | HEMATOLOGY | ||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer) R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine |
||||
| Divisions: | Pidato Guru Besar > 01. Fakultas Kedokteran | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | ||||
| Date Deposited: | 02 Oct 2025 01:06 | ||||
| Last Modified: | 02 Oct 2025 01:06 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/138219 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


