HENI SAKINAH PURWANDARI, -
(2024)
Deteksi Jumlah Bakteri dalam Vaksin Brucella abortus Strain 19 Menggunakan Metode Total Plate Count (TPC) melalui Uji Kandungan Bakteri di Pusat Veteriner Farma Surabaya.
Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (FULLTEXT)
151911213001_meV2R4RJuaKxacKg7Ve6-Myh1oLItq.pdf
Download (1MB)
|
Abstract
Brucellosis termasuk salah satu penyakit hewan menular strategis (PHMS) yang ada di Indonesia sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 4026/Kpts/OT.140.2013 pada tanggal 1 April 2013 tentang Penetapan Jenis Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). Salah satu upaya dalam pengendalian penyakit tersebut adalah melalui program vaksinasi. Dalam produksi, vaksin Brucella sendiri memiliki beberapa tahap pengujian sebelum vaksin tersebut layak diedarkan. Uji kandungan bakteri merupakan salah satu tahap pengujian dalam pembuatan vaksin Brucella. Pengujian dilakukan di Pusat Veteriner Farma Surabaya. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian antara jumlah kandungan bakteri dalam satu dosis sampel vaksin Brucella abortus strain 19 dengan anjuran Farmakope Obat Hewan Indonesia (FOHI) menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Data yang diperoleh berupa hasil rata-rata penghitungan bakteri dalam cawan petri setelah dilakukan pengenceran bertingkat dan diinkubasi selama 4 hari dalam suhu 370C. Hasil ratarata penghitungan bakteri yang didapat yaitu 62,27 x 109 CFU per dosis. Ini menandakan bahwa hasil tersebut masih termasuk ke dalam jangkauan anjuran kandungan bakteri dalam vaksin Brucella yang tertera dalam Farmakope Obat Hewan Indonesia (FOHI) yaitu antara 40 x 109 CFU hingga 120 x 109 CFU per dosis. Dapat disimpulkan bahwa vaksin tersebut telah memenuhi syarat dan dapat dilanjutkan ke tahap pengujian berikutnya.
Actions (login required)
 |
View Item |