Rezky Nandito
(2022)
Penerapan Psak 73 Terhadap Akuntansi Aset Sewa PT X Yang Bergerak Di Bidang Pembuatan Rokok.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Fulltext)
151910613083_8Ix2T86pAE-ytIxWNuZ2mlPP8Bs0wg.pdf
Download (993kB)
|
Abstract
IFRS 16 merupakan standar akuntansi sewa terbaru yang diadopsi oleh PSAK 73 di Indonesia.PSAK 73 menyatakan bahwa penyewa disyaratkan untuk mengakui aset hak-guna (right-of-use assets) dan utang sewa dalam akuntansi aset sewanya, dengan pengecualian untuk sewa jangka pendek dan sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah. Dinyatakan juga bahwa pemberi sewa mengklasifikasikan sewanya sebagai sewa operasi atau sewa pembiayaan dan mencatat kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Dalam kasus ini akuntan PT X yang merupakan penyewa (lessee) salah mengakui aset sewa yang dimiliki sebagai sewa operasional menurut PSAK 30. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak penerapan PSAK 73 terhadap akuntansi sewa PT X. Metode yang digunakan penulis untuk memperoleh informasi yang digunakan dalam menyusun laporan Tugas Akhir ini antara lain dengan observasi, dan wawancara, dan untuk analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi aset sewa PT X sebelum dan sesudah diterapkannya PSAK 73.
Actions (login required)
 |
View Item |